LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA
EKSTRAKSI DNA dan ELEKTROFORESIS

Di Susun oleh
Nama : Dimas Wahyu Indrata
NIM :
1501070011
Prodi/Kelas :
pendidikan Biologi / 3A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2016
EKSTRAKSI DNA dan
ELEKTROFORESIS
I. Tujuan
1. Untuk
mengetahui proses mengisolasi DNA
2. Untuk
mengemati ekstraksi daun kelapa
3. Untuk
mengamati DNA dengan menggunakan tehnik elektroforesis
II. Dasar
teori
DNA (Deoxyribose Nucleic Acid)
adalah master molekul yang mengkode semua informasi yang dibutuhkan untuk
proses metabolisme dalam setiap organisme. DNA ini tersusun atas 3 komponen
utama yaitu gula deoxiribosa, basa nitrogen dan zat yang tergabung membentuk
nukleotida. Molekul DNA ini terikat membentuk kromosom, dan ditemukan
dinukleus, mitokondria dan kloroplas. DNA yang menyusun kromosom ini merupakan
nukleotida rangkap yang tersusun helix ganda, dimana basa nitrogen dan kedua
benang polinukleotida saling berpasangan dalam
pasangan yang tetap melalui ikatan hydrogen dan antara nukleotida yang
satu dengan nukleotida yang lain dihubungkan dengan ikatan fosfat. DNA terdapat
didalam setiap sel mahluk hidup da disebut sebagai cetak biru kehidupan, karena
molekul ini berperan penting sebagai pembawa informasi hereditas yang menetukan
struktur protein dan proses metabolisme lain. DNA dapat diisolasi dapat
dilakukan dengan tahap-tahap antara lain, preparasi ekstraksi sel, pemurnian
DNA dari ekstrak sel dan presipitasi DNA.
Elektroforesis adalah tehnik yang
digunakan untuk memisahkan dan memurnikan suatu makromolekul khususnya protein dan
asam nukleat berdasarkan perbedaan ukuran. Elektroforesis merupakan metode yang
paling banyak dipakai saat ini dalam percobaan biokimia dan biologi molekuler.
Elektroforesis gel agarosa adalah
tehnik paling baik yang pernah dibuat dan secara rutin digunakan di
laboratorium klinis untuk analisis prote
dan DNA pada berbagai cairan biologis .teknik ini merupakan teknik yang menggunakan
prinsip elektroforesis zona. Seperti yang diketahui, molekul protein bermigrasi
pada medium padat yang direndam dengan suatu larutan penyangga di bawah
pengaruh medan listrik. Migrasi ini tergantuk pada muatan listrik, titik
isoelektrik bersih dan massa molekul protein.
Ada
tiga jenis gel yang digunakan dalam elektroforesis DNA, yaitu :
1. Gel
poliakrilamida denaturasi, berfungsi untuk memurnikan penanda oligonukleotida
dan menganalisis hasil ekstensi primer
2. Gel
alkalin agarosa berfungsi untuk memisahkan rantai DNA yang berukuran besar
3. Gel
agarosa formaldehid denaturasi, berfungsi untuk menyediakan sistem
elektroforesis yang digunakan untuk fraksi RNA pada ukuran standar
Dalam
elektroforesis digunakan bahan-bahan seperti etidium bromide yang bersifat karsinogenik.
Hal tersebut karena etidium bromide dapat meningkatkan daya fluoresensi dari
DNA sehingga dapat terlihat jelas.
Manfaat elektroforesis gel antara
lain untuk mengetahui ukuran fragmen DNA dari produk PCR, memisahkan produk DNA
dari hasil digesti yang berbeda ukuran, lalu dapat disequencing, dan juga untuk
pemurnian atau purifikasi DNA.elektroforesis dapat diaplikasikan untuk berbagai
macam kegiatan, antara lain membandingkan gen homolog dari spesies yang
berbeda, mengetahui susunan sekuens berbagai genom, DNA finger printing,
mengetahui ada atau tidaknya gen-gen penyebab kelainan genetic atau penyakit
tertentu, mendeteksi lokasi dan jumlah mRNA dalam sel atau jaringan tertentu.
III. Alat
dan Bahan
A. Ekstraksi
DNA
Alat
1. Timbangan
2. Waterbat
3. Tabung
eppendorf volume 2 ml
4. Mortar
dan pastel
5. Spatula
6. Sentrifuge
7. Micropipet
8. Blue
tip and yellow tip
Bahan
1. CTAB
buffer
2. Nitrogen
cair
3. CIAA
(chloroform isoamyl alcohol 24:1)
4. Ethanol
absolute
5. TE
buffer
B. Elektroforesis
Alat
1. Timbangan
2. Microwafe
3. Erlenmeyer
volume 100 ml
4. Power
supply
5. Comb
6. Tray
7. Micropipette
8. White
tip and yellow tip
9. PCR
tube
IV. Cara
Kerja
A. Ekstraksi
DNA
1. Menyiapkan
alat dan bahan yang akan digunakan
2. Menyiapkan
CTAB buffer sebanyak 2x volume berat sample (1ml) dan memasukan ke dalam
incubator atau waterbath yang sudah disetting suhunya di 65oC
3. Mengambil
daun kelapa lalu menimbang beratnya sebanyak 0,5 gram
4. Memasukan
daun kedalam mortar lalu menambahkan nitrogen cair dan digerus sampai halus
5. Memasukan
serbuk daun tersebut menggunakan spatula kedalam tabung eppendorf yang berisi
CTAB buffer di atas
6. Memvortex
sebentar
7. Menginkubasi
sample di waterbath/incubator setiap 1 jam, setiap 15 menit di vortex
8. Mensentrifuge
sample dengan kecepatan 11.000 rpm Selama 20 menit
9. Mengambil
supernatan dan memindahkan dalam tabung eppendorf baru
10. Menambahkan
CIAA sebanyak ½ dari volume supernatant lalu diflicking sampai tercampur
11. Sentrifuge
sample lagi dengan kecepatan 11.000 rpm selama 20 menit
12. Mengambil
supernatan dan memasukan ke dalam tube baru, lalu menambahkan 1 ml etanol
absolut dan 0,1 ml 7,5 M ammonium acetat dan memficking lagi sampai tercampur
13. Memasukan
sample ke dalam kulkas dan membiarkan selama 24 jam
14. Setelah
24 jam mensentrifuge sample dengan kecepatan 13.000 rpm selama 15 menit
15. Membuang
cairan dan kumpulkan DNA yang tertinggal dicuci dengan ethanol 70 % (1ml) lalu
mengeringkan sample
16. Menambahkan
TE buffer sebanyak 300 mikroliter dan DNA siap untuk dielektroforesis
B. Elektroforesis
1. Menyiapkan
alat dan bahan yang akan digunakan
2. Menimbang
agarose sebanyak 1 gram
3. Mencampurkan
agarose dengan TBE buffer sebanyak 100 ml (agarose 1%) di dalam erlenmeyer,
menimbang dan mencatat beratnya . lalu memasak agarose menggunakan microwave
setelah matang menimbang lagi beratnya, jika berkurang tambahkan TBE buffer
sampai mencapai berat semula
4. Memasukan
agarose 1% tadi kedalam cetakan/tray yang sudah dipasang comb tunggu sampai
benar-benar padat
5. Setelah
benar-benar padat, mengambil comb sehingga terbentuk sumuran
6. Memasukan
agarose beserta tray nya kedalam elektroforesis chamber ( mengusahakan jangan
terbalik posisinya ujung agarose yang ada sumurannya harus berada didepan kutub
negatife) lalu menambahkan TBE buffer sampai batas yang sudah ditentukan
7. Mengeluarkan
sample dari kulkas dan memvortex larutan sebentar agar larutan tercampur
8. Mengambil
loading buffer sebanyak 12 mikroliter lalu mencampurkan dengan 50 mikroliter
sample DNA
9. Mengambil
sebanyak 25 mikroliter mencampurkan sample diatas kemudian memasukan kedalam
salah satu sumuran (1 kelompok mengisi 2 sumuran )
10. Mengambil
DNA ledder sebanyak 6 mikroliter lalu memasukan dalam salah satu sumuran
11. Menyalakan
power supply dan setting pada voltase 70-75 volt
12. Menghubungkan
elektrovoresis chamber dengan power supply, menunggu kurang lebih 1 jam 30
menit atau sampai bercak hamper berada diujung agarose
13. Setelah
itu mematikan power supply dan mengambil tray yang berisi agarose
14. Memindahkan
agarose kedalam ethidium bromida dan merenda selama 30 menit
15. Setelah
30 menit mengambil agarose dan mencuci menggunakan aquades sebanyak 2 kali
16. Mengamati
menggunakan UV transluminator
V. Hasil
pengamatan
A. Ekstraksi
DNA

B. elektroforesis

VI. Pembahasan
A. Ekstraksi
DNA
Proses
isolasi DNA diawali dengan proses ekstraksi DNA. Pada praktikum isolasi DNA
dilakukan isolasi terhadap jenis tanaman kelapa. Isolasi DNA ini dilakukan
dengan melalui beberapa tahap yakni tahap pertama yakni menyiapkan CTAB buffer
sebanyak 2x volume berat sample (1ml) dan memasukan ke dalam incubator atau
waterbath yang sudah disetting suhunya di 65oC, penggunaan CTAB
berfungsi untuk menghasilkan pita DNA yang berukuran tebal dan dapat memisahkan
DNA dari polisakarida karena adanya perbedaan karakteristik kelarutan
(differensial of solubility). Disamping deperoleh fragmen DNA, dengan metode
CTAB juga akan diperoleh RNA dengan pita tipis yang terletak jauh berada di
bawah pita DNA. Keberadaan pita RNA tergantung bahan yang diekstraksi.
Kemudian
tahap ke dua adalah mengambil daun kelapa lalu menimbang beratnya sebanyak 0,5
gram memasukan daun kedalam mortar lalu menambahkan nitrogen cair dan digerus
sampai halus, hal ini dilakukan agar pada saat penghancuran mudah dihancurkan
menjadi partikel-partikel kecil, kemudian memasukan kedalam mortar dan
menambahkan nitrogen cair kemudian menggerusnya hingga halus, hal ini bertujuan
untuk memisahkan DNA dengan partikel lain yang tidak diinginkan , proses ini
harus dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada DNA,
penggerusan ini menggunakan nitrogen cair dengan tujuan untuk memekatkan DNA. Hal ini dapat terjadi
karena ion Na+ mampu membentuk ikatan dengan kutub negative pada ikatan
fosfat DNA. Saat ion Na+ berikatan dengan fosfat, pada saat itulah DNA
akan berkumpul.
Kemudian tahap selanjutnya yakni Memasukan
serbuk daun tersebut menggunakan spatula kedalam tabung eppendorf yang berisi
CTAB merupakan sejenis deterjen yang dapat mendegradasi dinding sel, denaturasi
protein, memisahkan karbohidrat, merusak membran sel dan melarutkan DNA.
Apabila dinding sel terdegradasi maka semua isi sel dapat keluar termasuk DNA
dan dilepaskan ke dalam buffer ekstraksi. buffer kemudian memvortex
sebentar, vortex berfungsi untuk menghomogenkan. Kemudian penambahan CIAA yang
berfungsi untuk mengekstrak dan mengendapkan komponen polisakarida di dalam
buffer ektraksi yang mengkontaminasi larutan DNA.
Tahapan
terakhir dari ektraksi ini adalah penambahan buffer TE. Buffer TE berfungsi
untuk melarutkan DNA yang dihasilkan dan menjaga DNA agar tidak mudah rusak.
Dalam buffer TE mengandung EDTA atau Ethylene Diamine Tetra Acid yang
berfungsi sebagai senyawa pengkelat yang mengikat ion Magnesium, yaitu kofaktor
yang diperlukan untuk aktivitas berbagai enzim nuclease. Maka diperoleh sampel
DNA dengan adanya benang-benang tipis pada sample yang dapat diperkirakan itu
merupakan pita DNA.
B. Elektroforesis
Pada praktikum kali ini
melakukan percobaan elektroforesis pada sample DNA daun kelapa, tahap pertama
pada praktikum kali ini yakni pembuatan gel agarose dengan cara yakni menimbang
agarose sebanyak 1 gram, mencampurkan agarose dengan TBE buffer sebanyak 100 ml
(agarose 1%) di dalam erlenmeyer, menimbang dan mencatat beratnya . lalu
memasak agarose menggunakan microwave setelah matang menimbang lagi beratnya,
jika berkurang tambahkan TBE buffer sampai mencapai berat semula memasukan
agarose 1% tadi kedalam cetakan/tray yang sudah dipasang comb tunggu sampai
benar-benar padat kemudian tahap selanjutnya yakni memasukan agarose beserta
tray nya kedalam elektroforesis chamber (mengusahakan jangan terbalik posisinya
ujung agarose yang ada sumurannya harus berada didepan kutub negatife) lalu
menambahkan TBE buffer sampai batas yang sudah ditentukan TBE buffer berfungsi
untuk memudahkan migrasi dari fragmen DNA berdasarkan perbedaan kekuatan ionik.
Kemudian mengambil loading
buffer sebanyak 12 mikroliter lalu mencampurkan dengan 50 mikroliter sample DNA
yang memiliki fungsi membantu sampel turun ke dalam well dan membantu memonitor
berapa lama proses elektroforesis telah berlangsung karena memiliki pewarna
bromofenol biru, mengambil DNA ledder sebanyak 6 mikroliter lalu memasukan
dalam salah satu sumuran, Proses pemindahan dilakukan dengan memakai mikropipet
dan harus dilakukan secara hati-hati agar campuran DNA dengan loading buffer
tidak “meluber” ke bagian well yang lain. Praktikum dilanjutkan dengan memasang penutup ruang
elektroforesis dan diberikan arus listrik untuk tahap running. Running
elektroforesis dilakukan pada tegangan 70-75 Volt selama 1 jam 30 menit.
Kecepatan migrasi DNA sangat dipengaruhi oleh tegangan listrik dan arus listrik
yang di berikan oleh power supply ke tangki elektroforesis. Fragmen DNA yang
besar akan bergerak lebih cepat dibandingkan dengan fragmen DNA yang kecil
. Gel agarose nantinya akan dikeluarkan dari ruang elektroforesis
setelah mengalami perubahan warna. Pada tahap dokumentasi hal yang pertama
memindahkan
agarose kedalam ethidium bromida dan merendam selama 30 menit.
Setelah 30 menit mengambil
agarose dan mencuci menggunakan aquades sebanyak 2 kali. Larutan ini berfungsi untuk meningkatkan
daya fluoresensi DNA saat disinari sinar UV dalam Gel Doc. Setelah tahap-tahap
tersebut barulah divisualisasi dengan menggunakan sinar UV dan kamera.
Lampu UV berfungsi menerangi bagian
dalam, kamera berfungsi memotret hasil elektroforesis dan komputer berfungsi
menjalankan proses dokumentasi lewat bantuan software. Tetapi pada percobaan
kali ini kami tidak mendapatkan adanya DNA pada hasil percobaan hal ini
dikarenakan adanya kesalahan pada tahap percobaan yakni pada tahap memasukan
sampe DNA ke sumuran, pada saat itu banyak dari sample yang meluber hal ini
menyebabkan DNA larut keluar sehingga tidak terdeteksi pada alat pendeteksi .
VII.Kesimpulan
1. DNA
(Deoxyribose Nucleic Acid) adalah master molekul yang mengkode semua informasi
yang dibutuhkan untuk proses metabolisme dalam setiap organisme.
2. DNA
ini tersusun atas 3 komponen utama yaitu gula deoxiribosa, basa nitrogen dan
zat yang tergabung membentuk nukleotida.
3. Teknik pemisahan senyawa dengan
elektroforesis gel agarose termasuk dalam jenis elektroforesis zona dengan
menggunakan teknik elektroforesis horizontal.
4. Elektroforesis memiliki prinsip
kerja bahwa suatu molekul (DNA) yang bermuatan negatif jika dialiri listrik
akan bergerak menuju kutub positif milik elektroforesis melalui matriks membran
gel agarose.
5. Panjang fragmen DNA dapat terlihat
dengan menggunakan gel doc yang pada saat didalamnya disinari dengan
menggunakan sinar UV, setelah sebelumnya dilakukan tahap elektroforesis.
Setelah itu panjang fragmen DNA dapat diukur menggunakan kurva regresi linier.
6. Faktor yang mempengaruhi laju
migrasi dari fragmen DNA pada elektroforesis gel adalah ukuran molekul DNA,
konsentrasi, bentuk molekul, densitas muatan, pori-pori gel, voltase, dan
larutan buffer elektroforesis. Selain itu ada faktor lain yang dapat muncul
sebagai yang mempengaruhi laju migrasi fragmen itu sendiri, yaitu ukuran
fragmen DNA dan faktor ketelitian serta kehati-hatian dalam proses penyimpanan
produk DNA jika produk tersebut sebelumnya disimpan.
Daftar
Pustaka
Artama, W.T. 1991. Rekayasa Genetika. Pusat
Antar Universitas-Bioteknologi. UGM. Yogyakarta
Lehninger,
A.L. 1982. Dasar – dasar Biokimia. jilid 1. Penerbit
Erlangga. Jakarta
Michel
Peyrard, Nonlinear Dynamics and Statistical Physics of DNA, 2004
Mubarika, Sofia. 1990. Rekayasa Genetika. Pusat
Antar Universitas-Bioteknologi UGM. Yogyakarta

No comments:
Post a Comment