MAKALAH
PENGANTAR PENDIDIKAN
LANDASAN
DAN ASAS-ASAS KEHIDUPAN
![]() |
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2015
BAB 1
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Pendidikan sebagai usaha sadar yang sistematik selalu bertolak
dari sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah landasan dan asas-asas
tertentu.Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan
pilar utama terhadap pengembangan manusia dan masyarakat suatu bangsa tertentu.
Beberapa diantara landasan pendidikan tersebut adalah landasan
filosofi, sosiologis, dan kultural, yang sangat memegang peranan penting dalam
menentukan tujuan pendidikan. Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan
mendorong pendidikan itu menjemput masa depan. Kajian berbagai landasan
landasan pendidikan itu akan membentuk wawasan yang tepat tentang pendidikan.
Dengan wawasan dan pendidikan yang tepat, serta dengan menerapkan asas-asas
pendidikan yang tepat pula, akan dapat memberi peluang yang lebih besar dalam merancang dan
menyelenggarakan program pendidikan yang tepat wawasan.
Makalah ini akan memusatkan paparan dalam berbagai landasan dan
asas pendidikan, serta beberapa hal yang berkaitan dengan penerapannya.
Landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofis, sosiologis, cultural,
psikologis, dan iptek. Sedangkan asas-asas pendidikan yang akan dikaji adalah
Asas tut wuri handayani, dan asas belajar sepanjang hidup.
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang dapat
diambil adalah:
1.
Apakah yang dimaksud landasan pendidikan?
2.
Apa sajakah landasan pendidikan?
3.
Apakah yang dimaksud asas-asas pendidikan?
4.
Apa sajakah asas-asas pendidikan?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dibuat tujuan masalah
sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui pengertian dari landasan pendidikan
2.
Untuk mengetahui macam-macam landasan pendidikan
3.
Untuk mengetahui pengertian dari asas-asas pendidikan
4.
Untuk mengetahui macam-macam asas-asas pendidikan
BAB 2
Pembahasan
A. Landasan
Pendidikan
Landasan adalah sesuatu yang dipakai
sebagai dasar untuk berpijak, dan
dari sanalah segala aktifitas yang berdiri diatasnya (termasuk aktivitas
pendidikan) akan di jiwai atau diwarnainya. Landasan-landasan pendidikan itu
antara lain:
1. Landasan Filosofis
Berbagai aliran filsafat sebagai
landasan filosofis pendidikan;
a) Perenialisme
Dasar penyusunan konsep
pendidikannya
adalah kepercayaan aksiomatis jaman kuno dan abad pertengahan. Perenialisme
setia pada prinsip -prinsip yang sifatnya abadi dan menolak pandangan bahwa
sesuatu itu selalu berubah.
Prinsip pkok konsepsi pendidikan perenialisme ialah
:
1. Meskipun lingkungannya
berbeda-beda dimanapun
manusia sama, dengan demikian pendidikan hendaklah
sama untuk setiap orang.
2. Penalaran merupakan
ciri utama dari manusia, maka
manusia harus mempergunakannya sesuai dengan tujuan.
3. Menjadi kewajiban
pendidikan untuk menyebarluaskan pengetahuan.
4. Pendidikan bukanlah
suatu peniruan hidup, melainkan suatu persiapan untuk hidup.
b)
Esensialisme
Konsepsi pendidikan essensialisme adalah nilai-nilai
yang essensial yaitu yang telah teruji oleh waktu, bersifat menuntun dan
turun-menurun dari jaman ke jaman.
Prinsip-prinsip
pokok aliran essensialisme:
Belajar pada dasarnya merupakan kegiatan yang berupa
bekerja keras. Prakarsa pada pendidikan hendaknya terletak pada guru, bukan
pada murid. Inti
proses pendidikan adalah terserapnya bahan pelajaran sebagai telah
direncanakan.
c)
Progessivisme
Konsepsi pendidikan progressivime adalah perubahan.
Pendidikan merupakan proses perubahan. Pendidikan harus siap mengubah baik metode maupun kebijaksanaan pendidikan
untuk disesuaikan dengan perubahan lingkungan.
Prinsip
pokok konsepsi ini ialah :
- Pendidikan
merupakan kehidupan itu sendiri bukan merupakan suatu persiapan untuk
kehidupan.
- Peranan guru tidaklah
menunjukan atau menuntun tetapi memberikan nasihat.
d)
Rekonstruksionisme
Konsepsi pendidikan rekonstruksionisme adalah
pembaharuan-pembaharuan (rekonstruksi). Oleh karena itu konsepsi ini mengarahkan perhatiannya kepada tanggung
jawab pendidikan dalam mengadakan pembaharuan masyarakat.
Pokok-pokok konsepsinya :
Pendidikan harus berusaha secara nyata ikut
menciptakan tatanan sosial yang
baru berdasarkan nilai-nilai budaya yang sekaligus menyesuaikan keadaan
sosial dan ekonomi dunia.
Dari keempat konsepsi pendidikan, perenialisme dan
esenssialisme ditempatkan sebagai aliran tradisional sedangkan progressivisme
dan rekontruksionisme ditempatkan sebagai aliran maju. Aliran tradisional menganggap guru sebagai subjek dan
anak sebagai objek dalam pelaksanaan pendidikan, sedangkan aliran maju
mementingkan keterlibatan anak dalam berpikir kritis dan dalam mempersoalkan
segala sesuatu yang ada di lingkungannya.
Fungsi filsafat sebagai landasan
filosofis pendidikan;
a. Fungsi spekulatif, berusaha mengerti keseluruhan persoalan pendidikan dan
antar hubungannya dengan faktor lain yang mempengaruhi pendidikan..
b. Fungsi normatif, sebagai penentu arah, pedoman untuk apa pendidikan itu,
khususnya norma moral.
c. Fungsi
kritik, untuk memberi dasar bagi
pengertian kritis rasional dalam pertimbangan dan penafsiran data-data ilmiah.
d. Fungsi
teori dan praktik, teori adalah
dasar bagi pelaksanaan praktik pendidikan.
2. Landasan
Sosiologis
Sosiologi adalah ilmu yang mencoba memberikan
jawaban atas pertanyaan yang dikemukakan masyarakat mengenai susunannya, hakikatnya, dan hubungan serta
kodrat yang menggerakannya, yang menguasai kesadaran dan perkembangannya.
Pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang tidak dapat
hidup secara sendiri, tetapi merupakan makhluk yang saling berinteraksi
terhadap lingkungan.
Kegunaan
pergaulan didalam pendidikan :
a. Memungkinkan terjadinya
pendidikan.
b. Pergaulan merupakan
sarana untuk mawas diri.
c. Pergaulan dapat
menimbulkan cita-cita.
d. Pergaulan dapat
memberikan pengaruh secara diam-diam.
Didalam masyarakat kita mengenal beberapa macam norma meliputi:
a) Norma religius, yaitu norma yang
mengatur kehidupan manusia yang sesuai dengan agama dan kepercayaan
masing-masing.
b) Norma hukum, yaitu norma formal yang
berbentuk perundang-undangan yang berlaku bagi manusia dalam suatu negara.
c) Norma kesusilaan/etik, yaitu norma etik yang berlaku
pada masyarakat, apakah manusia
itu etis atau tidak, susila atau tidak.
d) Norma adat, biasanya berlaku pada
sekelompok manusia dalam anggota masyarakat.
3. Landasan
Kebudayaan / Kultural
a.
Pengertian Kebudayaan
Kultural berasal dari bahasa asing Culture yang
berarti kebudyaan. Pengertian kebudayaan bangsa (bangsa Indonesia) ialah
kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya.
b. Kedudukan kebudayaan di dalam
pendidikan
Kedudukan
kebudayaan didalam pendidikan adalah sebagai dasar atau landasan pendidikan.
4.
Landasan
Psikologis
Psikologi brasal dari kata psyche yang
berarti jiwa dan logos berarti ilmu jadi psikologi adalah sesuatu yang
menyebabkan adanya gerak. Manusia
yang hidup adalah manusia yang berjiwa, bergerak, dan berpikir.
a. Bantuan Psikologi terhadap Pendidikan
Psikologi diartikan sebagai “study
tentang tingkah laku dan hubungannya antar manusia”. Interaksi seseorang dengan lingkungannya menghasilkan
suatu sikap, yang menimbulkan beragam pengalaman.
Kepribadian ditentukan oleh faktor-faktor sebagai
berikut:
1. Faktor keturunan
(hereditas), bahwa
sifat dan bakat anak diturunkan dari orang tuanya.
2. Faktor Lingkungan, diantaranya:
a. Lingkungan alam yaitu berupa keadaan
alam di sekitar anak.
b. Lingkungan sosial yaitu
lingkungan manusia sendiri atau masyarakat .
c. Lingkungan rohaniah
yaitu berupa norma adat istiadat, seni,ilmu pengetahuan.
d. Lingkungan spiritual, berupa
agama, keyakinan atau kepercayaan.
3. Faktor diri (self), yaitu faktor yang berasal
dari dalam diri manusia yang dapat berupa motivasi dari diri manusia sendiri.
b. Kedudukan Psikologi
dalam Pendidikan
Pendidik dalam
melaksanakan tugas mendidik harus bergaul dengan anak didik. Tanpa bergaul
dengan anak didik, mustahil pendidik dapat melakukan tugasnya. Agar kita dapat
bergaul dengan anak didik dengan baik, kita harus memahami keadaan anak
didiknya, baik keadaan jiwa maupun keadaan raganya. Untuk mengenal jiwa anak
didik, kita tentu belajar ilmu jiwa atau psikologi.
5.
Landasan
Ilmiah dan Teknologi
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari kebudayaan yang
berfungsi sebagai materi pendidikan. Aliran maju
mengatakan pendidikan itu harus berkembang, tidak statis, yaitu sesuai
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan manusia.
B. Asas-asas
Pokok Pendidikan
1. Asas Tut Wuri Handayani
Adalah semboyan dan perlambang dari
Taman Siswa yang dipakai
sebagai lambang pendidikan nasional indonesia.
Tut wuri
handayani merupakan langkah pelaksanaan pendidikan dengan cara “mengikuti dari
belakang sambil memberikan pengaruh : maksudnya jangan menarik narik anak dari
depan, biarkanlah mereka mencari jalanya sendiri”. Guru atau pamong baru boleh
campur tangan apabila anak-anak salah jalan.
2. Asas belajar sepanjang hayat
Di dalam ketetapan MPR No. IV/MPR/1973 dan 1978 dibicarakan arah
pembangunan jangka panjang, yaitu pembangunan nasional yang dilaksanakan dalam
rangka pembangunan manusia dan masyarakat indonesia seutuhnya. Dalam ketetapan
itu juga dikatakan dalam BAB IV Bagian Pendidikan (GBHN) yang menetapkan bahwa
“Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah
tangga, sekolah dan masyarakat. Hal ini dikemukakan pendidikan merupakan
tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah”.
Dasar pikiran pendidikan seumur
hidup:
1. Tinjauan Ideologis, manusia dilahirkan sama dan mempunyai hak sama,
khususnya hak memperoleh pendidikan.
2. Tinjauan Ekonomis, salah satu cara keluar dari lingkaran kebodohan dan
kemelaratan adalah dengan pendidikan.
3. Tinjauan Sosilogis, sebagai upaya memerangi buta huruf dan rendahnya
produktivitas.
4. Tinjauan Politis, sebagai pendidikan kewarganegaraan bagi setiap warga.
5. Tinjauan Teknologis, untuk menyesuaikan perkembangan IPTEK.
6. Tinjauan Psikologis dan
Padagogis, untuk mengajarkan
cara belajar dan memberikan motivasi yang kuat.
BAB 3
Kesimpulan
- Landasan pendidikan
merupakan salah satu dasar dari pendidikan. Karena pendidikan merupakan pilar
utama suatu perkembangan masyarakat.
- Landasan pendidikan diantaranya: landasan filosofis,
landasan sosiologis, landasan kebudayaan/kultural, landasan psikologis, serta
landasan ilmiah dan teknologi.
- Asas pendidikan
merupakan suatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir.
- Asas pendidikan diantaranya: asas Tut Wuri Handayani,
dan asas Belajar Sepanjang Hayat.
DAFTAR
PUSTAKA
Hadi,
A.Soedomo. 2008. Pendidikan (Suatu Pengantar). Surakarta: Lembaga
Pengembangan Pendidikan (LPP) UNS dan UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS
Press)
Pidarta, Made. 1997. Landasan Kependidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta
Siswoyo, Dwi, dkk. 2007. Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press


No comments:
Post a Comment