BIOREMEDIASI LINGKUNGAN


logo+ump.jpglogo+ump.jpgTUGAS MIKROBIOLOGI
BIOREMEDIASI LINGKUNGAN









 Oleh :
DIMAS WAHYU INDRATA

(1501070011)


logo+ump.jpg
logo+ump.jpg


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2017

Nama     : Dimas Wahyu Indrata
Nim        : 1501070011
Prodi      : Pendidikan Biologi
A.    Bioremediasi
Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme yang telah dipilih untuk ditumbuhkan pada polutan tertentu sebagai upaya untuk menurunkan kadar polutan tersebut.(Bambang,2012) Bioremediasi merupakan pengembangan dari bidang bioteknologi lingkungan dengan memanfaatkan proses biologi dalam mengendalikan pencemaran. Bioremediasi bukanlah konsep baru dalam mikrobiologi terapan, karena mikroba telah banyak digunakan selama bertahun-tahun dalam mengurangi senyawa organik dan bahan beracun baik yang berasal dari limbah rumah tangga maupun dari industry. Hal yang baru adalah bahwa tehnik bioremediasi terbukti sangat efekti dan murah dari sisi ekonomi untuk membersihkan tanah dan air yang terkontaminasi oleh senyawa-senyawa kimia toksik atau beracun.(Munir,2016)
B.     Bioremediasi Lingkungan
Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme yang telah dipilih untuk ditumbuhkan pada polutan tertentu sebagai upaya untuk menurunkan kadar polutan dengan memanfaatkan proses biologi dalam mengendalikan pencemaran yang terjadi pada lingkungan.(Bambang,2012)
Bioremediasi lingkungan merupakan proses pengelolaan pencemaran lingkungan dengan menggunakan organisme merupakan alternatif penanggulangan limbah misalnya minyak bumi yang murah, efektif, ramah lingkungan dan menyebabkan terjadinya degradasi limbah yang menghasilkan senyawa akhir yang  stabil   dan   tidak   beracun,   namun metode ini membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan cara fisika atau kimia.(Syukria,2011).
Berdasarkan kemampuan terdegradasinya dilingkungan, polutan digolongkan atas dua golongan :
1.      Polutan yang mudah terdegradasi (biodegradable pollutant), yaitu bahan seperti sampah yang mudah terdegradasi dilingkungan. Jenis polutan ini akan menimbulkan masalah dilingkungan bila kecepatan produksinya lebih cepat dari kecepatan degradasinya.
2.      Polutan yang sukar terdegradasi atau lambat sekali terdegradasi (nondegradable pollutant), dapat menimbulkan masalah lingkungan yang cukup serius.
Bahan polutan yang banyak dibuang kelingkungan terdiri dari bahan pelarut (kloroform, karbontetraklorida), pestisida (DDT, lindane), herbisida (aroklor, antrazin, 2,4-D), fungisida (pentaklorofenol), insektisida (organofosfat), petrokimia (polycyclic aromatic hydrocarbon [PAH], benzene, 2
C.    jenis bakteri yang digunakan serta hasil / pengaruh yang ditimbulkan
Dalam upaya pengendalian Bioremediasi air. Hasil isolasi dan identifikasi yang berasal dari “bakteri indigenous” didapatkan: Microccocus, Corynebacterium, Phenylo-bacterium, Enhydro- bacter, Morrococcus, Flavobacterium, Bacillus, Staphylococcus, dan Pseudomona, yang dapat mendegradasi logam Pb, nitrat, nitrit, bahan organik, sulfida, kekeruhan, dan amonia. Sedangkan dari bakteri “commercial product” didapatkan jenis: Bacillus, Pseudomonas, Escherichia, serta enzym Amylase, Protease, Lipase, Esterase, Urease, Cellulase. Dapat mendegradasi pencemar organik, nitrogen, fosfat, maupun kontrol pertumbuhan alga yang terdapat didalam air sungai
Dalam upaya pengendalian Bioremediasi tanah. Hasil isolasi dan identifikasi yang berasal dari bakteri Pesudomonas, Bacillus, Agrobacterium, dan Erwina berfungsi sebagi untuk mengurangi serangan patogen. Bakteri simbiotik dari genus Rhizobium dan Barahyrhizobium berfungsi sebagai bakteri yang menambat nitrogen bebas, juga memiliki kemampuan mendegradasi senyawa-senyawa toksik di sekitar perakaran. Azospirillum, Achromobacter, Agrobacterium, Alcaligenes, Acinetobacter, Azotobacter, Flavobacterium, Mycobaterium, Nitosomonas, Nocardia, Pseudomonas, dan Xanthobacter. Memeliki kemampuan dalam metabolisme senyawa fenol, halogen, hidrokarnbon, dan juga berbagai jenis pestisida
D.    langkah-langkah bioremediasi/ metode yang digunakan
Proses bioremediasi sebagai alternatif dalam upaya pengendalian pencemaran air dan tanah tahap-tahap yang dilakukan yakni tahap isolasi, pengujian bakteri dalam mengdegradasi zat pencemaran, identifikasi, dan tahap perbanyakan bakteri
Tahap isolasi yakni merupakan suatu tahap pengambilan mikroba yang di tumbuhkan didalam suatu media untuk dijadikan sebagai isolate murni sehingga mudah dalam pengamatan.
Tahap pengujian bakteri mendegradasi zat pencemar, Pada saat proses bioremediasi berlangsung, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi struktur polutan beracun menjadi tidak kompleks sehingga menjadi metabolit yang tidak beracun dan berbahaya.
Tahap Identifikasi dapat dilakukan dengan beberapa cara termasuk : Pengamatan morfologi sel, pewarnaan gram, dan uji biokimia.
Tahap perbanyakan bakteri setelah didapatkan isolate yang diinginkan, uji degradasi, dan identifikasi bakteri, selanjutnya adalah membuat perbanyakan bakteri untuk uji skala lapangan.



E.     Kesimpulan
Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme yang telah dipilih untuk ditumbuhkan pada polutan tertentu sebagai upaya untuk menurunkan kadar polutan. Teknologi bioremediasi dalam pengendalian badan air tercemar dapat dilakukan melalui proses: isolasi, pengujian bakteri dalam mengdegradasi zat pencemar, identifikasi bakteri, dan perbanyakan bakteri. Isolat bakteri tersebut dapat berasal dari bakteri “indigenous” atau dari “commercial product”. Baik bakteri “indigenous” maupun commercial product” dapat mereduksi bahan pencemar logam Pb, nitrat, nitrit, bahan organik (COD), sulfida, kekeruhan, dan amonia di sungai maupun danau. Dalam upaya pengendalian
Bioremediasi tanah Azospirillum, Achromobacter, Agrobacterium, Alcaligenes, Acinetobacter, Azotobacter, Flavobacterium, Mycobaterium, Nitosomonas, Nocardia, Pseudomonas, dan Xanthobacter. Memeliki kemampuan dalam metabolisme senyawa fenol, halogen, hidrokarnbon, dan juga berbagai jenis pestisida.
Tahap-tahap proses bioremediasi yakni tahap-tahap yang dilakukan yakni tahap isolasi, pengujian bakteri dalam mengdegradasi zat pencemaran, identifikasi, dan tahap perbanyakan bakteri.

No comments:

Post a Comment

RPP BAKTERI SMA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)                         Nama Sekolah        :           SMA Mata Pelajaran         :       ...

Translate

Powered By Blogger