pendidikan dan pembangunan


PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN

Makalah kelompok 10
Disusun sebagai syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah “Pengantar Pendidikan”
LOGO UMP
Disusun oleh :
Dimas Wahyu Indrata

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2015



KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karea dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pendidikan dan Pembangunan ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya dan juga kami berterima kasih pada ibu Arum Adita M.Pd. selaku Dosen mata kuliah Pengantar Pendidikan UMP yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
            Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai hubungan Pendidikan dan pembangunan, serta perbandingan Pendidikan dan Pembangunan dalam dunia nasional dan internasional. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran, dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
            Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami mohon kritik dan saran.

Purwokerto,  Januari 2016

Penyusun

Text Box: i                                               
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI  ..........................................................................................................ii
BAB  I   PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.............................................................................................1
B.     Tujuan Pembahasan.....................................................................................2
BAB  II  PEMBAHASAN
A.    Pengertian pendidikan dan Pembangunan ..................................................3
B.     Titik Temu Pendidkan dan pembangunan ..................................................3
C.     Sumbangan Pendidikan Terhadap Pembangunan .......................................5
D.    Pendidikan yang relevan dengan pembangunan .......................................10
BAB  III  PENUTUP
A.    Kesimpulan ...............................................................................................12
B.     Saran...........................................................................................................13
Daftar Pustaka........................................................................................................14





Text Box: ii


                                                                 
BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Manusia menjadi manusia berguna karena pendidikan. Pendidikan merupakan upaya memanusiakan pendidikan manusia. Keunggulan suatu bangsa tidak lagi hanya bertumpu pada alamnya, melainkan pada keunggulan sumber daya manusia, yaitu dengan tenaga terdidik dengan kecerdasan intelektual, ilmu-ilmu dan pola berpikir rasional. Peningkatan mutu sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana dan terarah untuk meningkatkan pembangunan. Pembangunan didalam lingkungan merupakan upaya dari suatu masyarakat atau bangsa dan negara dalam menyesuaikan diri terhadap tantangan masalah dan kebudayaan yang dihadapinya.
Dalam hubungan pendidikan dengan pembangunan, keduanya yang saling melengkapi. Proses pendidikan pada suatu garis menempatkan manusia sebagai objek untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk memenuhi hajat hidup masyarakat luas serta mengangkat manusia sebagai makhluk. Esensi usaha pembangunan tidak terletak pada terwujudnya industrilisasi dan laju pertumbuhan ekonomi dalam skala nasional atau regional. Tetapi pada teratasinya masalah masalah dan terpenuhinya hajat hidup manusia baik biologis maupun rokhaniah,dari masyarakat luas.
Text Box: 1Hal ini membuktikan bahwa usaha pembangunan bertitik pangkal pada kepentingan manusia,karena itu hasil akhirnya pun diukur berdasarkan indeks kenaikan perbaikan mutu manusianya. Secara singkat dikatakan bahwa pendidikan adalah ikhtiar kedalam diri manusia dan pembangunan merupakan ikhtiar keluar guna mencapai hidup yang baik dari manusia itu sendiri. Pendidikan dan pembangunan semata-mata merupakan harapan manusia untuk dapat memperbaiki hidup manusia. Karenanya pendidikan dan pembangunan perlu berjalan seiring, saling tunjang-menunjung dan saling memberikan input.


B.     Tujuan Pembahasan

1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar pendidikan.
2.      Untuk mengetahui hubungan pendidikan dan pembangunan.
3.      Untuk mengetahui peran penting pendidikan bagi pembangunan.
4.      Untuk mengetahui pendidikan yang relevan dengan pendidikan.
5.      Untuk menjabarkan sumbangan pendidikan pada pembangunan.

                                               












           
Text Box: 2               
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian pendidikan dan Pembangunan
Pendidikan adalah ikhtiar ke dalam diri manusia sedangkan pembangunan merupakan ikhtiar keluar guna mencapai hidup yang baik dari manusia itu sendiri. Pembangunan sering diartikan ekonomi dan industrilisasi. Pengertian yang demikian itu karena sebagian besar negara-negara didunia memusatkan diri pada pembangunan ekonomi  dan industrilisasi dianggap sebagai kuda pacuan didalam mencapai tujuan ekonomi. Pembangunan itu sendiri adalah upaya-upaya masyarakat, bangsa dan negara dalam menyesuaikan diri terhadap tantangan-tantangan masalah dan  kebutuhan-kebutuhan yang dihadapnya.
B.     Titik Temu Pendidkan dan pembangunan

Imanuel Kant menyatakan, bahwa manusia menjadi manusia karena pendidikan. Krena itu pendidikan termasuk upaya memanusiakan manusia. Sejarah umat manusia menunjukkan beberapa bukti tentang kebenaran pernyataan diatas. Isabella di Pensylpania Barat yang sejak lahir disembunyikan sampai ia ditemukan setelah berumur enam setengah tahun, ternyata hanya bisa menangis. Contoh diatas menunjukkan, bahwa ciri-ciri manusia dalam arti kemampuan jasmaniah dan rokhaniahnya tidak secara otomatis dimiliki  oleh seseorang. Kemampuan kemampuan tersebut merupakan hasil belajar dan didikan.
Text Box: 3Searah manusa juga menunjukkan, bahwa pendidikan mengabdi pada nilai-nilai agung dan luhur bagi manusia dan kemanusiaan. Dalam sepanjang sejarah manusia senantiasa terlihat tingkah laku mulia dan terpuji disamping perbuatan tercela dan mungkar. Pendidkan dalam sepanjang sejarahnya senantiasa mewakili cita-cita luhur manusia untuk menjinakkan kecenderungan-kecenderungan terpuji. Komisi internasional pengembangan pendidikan yang dipimpin oleh Edger Faure menyebutkan dalam laporannya, bahwa upaya pendidikan sepanjang masa senantiasa membawa tugas suci dan mulia bagi manusia dan kemanusiaan.
Dalam hasanah ilmu pendidikan disebutkan, bahwa tugas mulia pendidikan terletak pada upaya mengembangkan aspek-aspek pribadi manusia baik yang jasmaniah maupun yang rokhaniah. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari kenyataan diri dan lingkungan seseorang. Hidup dan kehidupan seseorang tidak berada dalam keterpisahan dengan lingkungan dan sosial budayanya. Dengan demikian, hakekat pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia, dan membudayakan manusia, sehingga mampu mencipta, berkarya, membudi dan membalik bagi ekoferisnya( kebulatan diri dan ligkungan).
Istilah pembangunan sering diartikan pembangunan dan industrilisasi.Pengertian yang demikian itu karena memang sebagia besar negara-negara didunia memusatkan diri pada pembangunan ekonomi dan industrilisasi dianggap sebagai kuda pacuan yang dapat diandalkan lari secepatnya didalam mencapai tujuan ekonomi itu sendiri.  Makna pembangunan tidak terbatas pada pembangunan ekonomi dan industrilisasi. Tetapi meliputi upaya-upaya yang beragam dan sesuai dengan keanekaragaman masalah dan rintangan kebutuhan sesuatu masyarakat.
Pembangunan ekonomi dan industrilisasi memang dipandang sebagai obat mujarab khususnya oleh negara-negara dunia ketiga, karena itu lazim penilaian terhadap hasil pembangunan diletakkan pada kenaikan indikator-indikator ekonomi dan kelanjutan proses industrilisasi itu sendiri. Namun hal ini tidak terjadi dengan sendirinya. Sebab ada kemungkinan laju pertumbuhan ekonomi idak diikuti oleh penyebaran yang merata, sehingga menyebabkan timbulnya persoalan-persoalan baru seperti meluasnya pengangguran dan kemiskinan.
Text Box: 4Esensi usaha pembangunan tidak terletak pada terwujudnya industrilisasi dan lajunya pertumbuhan ekonomi dalam skala nasional atau regional.Tetapi pada teratasinya masalah dan terpenuhinya hajat hidup biologis maupun rokhaniah dari masyarakat luas.Ini berarti, bahwa usaha pembangunan tertitik pangkal pada kepentingan manusia, karena itu hasil akhirnya pun diukur berdasarkan indeks kenaikan perbaikan mutu hidup manusianya.
Titik temu pendidikan dan pembangunan terletak pada unsur manusianya. Pendidikan menekankan aktualisasi modal kedirian manusia guna memanusia dan membudaya bagi diri dan lingkungannya. Sedangkan, pembangunan menekankan manipulasi sumber-sumber yang terdapat dalam khasanah kehidupan manusia guna terpenuhinya hajat hidup manusia itu sendiri. Secara singkat dapat dikatakan,  bahwa pendidikan adalah ikhtiar kedalam diri manusia dan pembangunan merupakan ikhtiar ke luar guna mencapai hidup yang baik dari manusia itu sendiri. Pada analisis terakhirnya pendidikan dan pembangunan bertumpu pada hajat hidup manusia yang senang tiasa ingin terangkat harkat dan martabatnya. Karena itu, pendidikan maupun pembangunan dituntut untuk dapat menaikkan mutu hidup manusia sebagai dan sebagai makhluk budaya. Singkatnya, pendidikan dan pembangunan semata-mata merupakan harapan manusia untuk dapat memperbaiki hidup dan dan kehidupan manusia dalam konteks ekosferisnya. Keduanya sebagai harapan untuk tujuan akhir yang sama pula. Pendidikan dan pembangunan perlu berjalan beriringan, saling tunjang menunjang dan saling memberikan input.

C.    Sumbangan Pendidikan Terhadap Pembangunan
Text Box: 5Penyesuain diri terhadap masalah-masalah dan tunutan hidup merupakan ciri abadi perjuangan hidup sepangjang sejarah perjuangan umat manusia.  Untuk penyesuaian tersebut diperlukan bekal kemampuan baik jasmaniah maupun rokhaniah. Pemberian bekal kemampuan jasmaniah dan rokhaniah guna menyesuaikan diri yang berhasil bagi kepentingan hidup dan kehidupan manusia merupakan esensi dari upaya pendidikan.
Hidup dan kehidupan manusia selamanya tidak terlepas dari sumbangan yang diberikan oleh pendidikan. Memang tanpa makan dan bernafas, manusia tidak akan mampu bertahan didalam hidup dan kehidupannya. Tetapi hidup dan kehidupan yang berhasil sesuai dengan nilai-nilai manusiawi bagi diri dan lingkungan seseorang mutlak memerlukan bekal kemampuan jasmaniah dan rokhaniah dari manusia itu sendiri.
Kemampuan jasmaniah dan rokhaniah manusia dibentuk oleh pendidikan dengan pemberian pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai serta sikap-sikap tertentu. Proses transformasi tersebut berlangsung secara formal, non-fromal dan informal. Dalam hubungan ini, perlu diketahui bahwa wawasan kehidupan yang merupakan sumber motivasi bagi cara-cara hidup, penemuan ilmu pengetahuan dan teknlogi serta kecakapan-kecakapan teknis umat manusia dewasa ini merupakan buah dari upaya pendidikan baik secara formal maupun informal. Dengan demikian pendidikan dalam maknanya yang luas senantiasa menstimulir dan menyertai perubahan-perubahan dan perkembangan umat manusia.
Pembangunan ekonomi, sosial budaya, politik, dan pertahanan keamanan pada suatu bangsa atau negara, mutlak keikutsertaan upaya pendidika untuk menstimulir dan menyertai dalam setiap faset dan proses pembangunan. Sebab pada setiap faset dan poses pembangunan menurut Dr. Gooding memerlukan
rasa kesadaran masyarakat dan tanggung jawab komunitas di kalangan masyarakat .Diperlukan juga konformitas dan partisipasi yang penuh darimasyarakat luas terhadap usaha pembangunan. Penuh atau tidaknya partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh akumulasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap yang dimiliki oleh seseorang.
Text Box: 6Dalam hubungan ini upaya pendidikan mempunyai tugas dan kewajiban utuk memikul missi nasional yaitu untuk menstimulir dan menyertai gerak sejarah bangsa atau negara agar setiap warga negara memiliki  jiwa dan semangat sebangsa,senegara, dan setanah air. Dengan demikian pembangunan pertahanan dan keamanan nasional juga tidak terlepas dari upaya pendidikan.
Menurut Harbison dan mayers, pendidikan berarti pengembangan unsur manusia dengan dengan menambah pengetahuan, kecerdasan, dan kesanggupan dari seluruh rakyat. Dilihatdari kacamata pembangunan ekonomi, hal itu berarti akumulasi dari modal manusia yang investmentnya dapat digunakan secara efektif untuk perkembangan ekonomi.  Hubungannya dengan pembangunan ekonomi, usaha pendidikan itu berfungsi mempersiapkan rakyat menjadi bagian dalam kehidupan politik, sehingga menyadari hak-hak dan kewajibannya masing-masing dalam kehidupan demokrasi. Dipandang dari sudut sosial budaya, pendidikan dapat diharapkan bantuannya untuk membimbing rakyat, mengasuh rakyat dan memberikan bantuan pada rakyat, agar lebih sempurna dan kaya secara rohaniah.
Laporan komisi internasional pengembangan pendidikan menyebutkan bahwa : Bagi mereka yang ingin membuat membuat dunia pada dewasa ini menjadi lebih baik dan untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan, pendidikan adalah suatu faktor universal yang mutlak perlu.
Masalah-masalah pendidikan di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu: masalah partisipasi/kesempatan memperoleh pendidikan, masalah efisiensi, masalah efektivitas, dan masalah relevansi pendidikan (Redja Mudyahardjo, 2001: 496)
a. Masalah partisipasi pendidikan
Text Box: 7Masalah partisipasi atau kesempatan memperoleh pendidikan adalah rasio atau perbandingan antara masukan pendidikan (raw input) atau jumlah penduduk yang tertampung dalam satuan-satuan pendidikan. Keberadaan masalah ini dapat diketahui dari individu-individu yang mestinya menjadi peserta didik pada satuan pendidikan tertentu tetapi kenyataannya tidak demikian. Misalnya saja di berbagai daerah masih banyak anak-anak yang mestinya menjadi peserta didik pada satuan pendidikan TK tetapi belum menjadi bagian dari satuan pendidikan tersebut. Hal demikian tentunya akan menimbulkan masalah pada saat mereka masuk sekolah dasar. Demikian juga banyaknya individu lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikannya pada perguruan tinggi. Untuk bekerja mereka belum memiliki bekal yang mamadai.
b. Masalah efisiensi pendidikan
Masalah efisiensi pendidikan berkenaan dengan proses pengubahan atau transformasi masukan produk (raw input) menjadi produk (output). Salah satu cara menentukan mutu transformasi pendidikan adalah mengitung besar kecilnya penghamburan pendidikian (educational wastage), dalam arti mengitung jumlah murid/mahasiswa/peserta didik yang putus sekolah, meng-ulang atau selesai tidak tepat waktu.
Jika peserta didik sebenarnya memiliki potensi yang memadai tetapi mereka tidak naik kelas, putus sekolah, tidak lulus berarti ada masalah dalam efisiensi pendidikan. Masalah efisiensi pendidikan juga terjadi di perguruan tinggi. Masalah tersebut dapat diketahui dari adanya para mahasiswa yang sebenarnya potensial tetapi putus kuliah dan gagal menyelesaikan pendidikannya pada waktu yang tepat.


c. Masalah efektivitas pendidikan
Text Box: 8Masalah efektivitas pendidikan berkenaan dengan rasio antara tujuan pendidian dengan dengan hasil pendidikan (output), artinya sejauh mana tingkat kesesuaian antara apa yang diharapkan dengan apa yang dihasilkan, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Pendidikan merupakan proses yang bersifat teleologis, yaitu diarahkan pada tujuan tertentu, yaitu berupa kualifikasi ideal. Jika peserta didik telah menyelesaikan pendidikannya namun belum menunjukkan kemampuan dan karakteristik sesuai dengan kualifiksi yang diharapkan berarti adalah masalah efektivitas pendidikan.
d. Masalah relevansi pendidikan
Masalah ini berkenaan dengan rasio antara tamatan yang dihasilkan satuan pendidikan dengan yang diharapkan satuan pendidikan di atasnya atau indtitusi yang membutuhkan tenaga kerja, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
Masalah relevansi terlihat dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya. Masalah relevansi juga dapat diketahui dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk bekerja
Solusi untuk Mengatasi Masalah Pendidikan di Indonesia dari Perspektif Manajemen Pendidikan :
1.      Tenaga Kependidikan sebagai figur utama proses pendidikan
Upaya memecahkan masalah pendidikan hendaknya dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistem. Dengan pendekatan ini pendidikan dipandang sebagai suatu sistem, suatu kesatuan yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan. Dari berbagai komponen system pendidikan, yaitu : peserta didik (raw input), instrumental input, termasuk di dalamnya tenaga kependidkian, dan environmental input, dari perspektif manajemen pendidikan komponen tenaga kependidikan merupakan komponen yang penting untuk dibahas.
2.       Tenaga kependidikan sebagai manajer pendidikan
Text Box: 9Tenaga kependidikan, terutama kepala sekolah atau pimpinan institusi pendidikan merupakan manajer-manajer pendidikan. Sebagai manajer pendidikan tugas utama mereka adalah mengupayakan agar kegiatan pendidikan dapat menghasilkan tujuan-tujuan pendidikan secara efektif dan efisien, melalui proses yaitu manajemen pendidikan.
Menurut Terry (Ngalim Purwanto, 2006: 7), manajemen adalah suatu proses tertentu yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya. Jika proses tersebut dilakukan dalam bidang pendidikan dan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan maka disebut sebagai manajemen pendidikan.
Di Indonesia, dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya, sumbangan pendidikan diharapkan untuk :
a.       Pembinaan mental manusia,
b.      Pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa,
c.       Pembinaan ketahanan nasional,
d.      Pembinaan HAM,
e.       Pembinaan Rule of law, yaitu berbuat atas dasar hukum yang berlaku,
f.       Pembinaan hidup rasional, efisien, dan produktif,
g.      Pembinaan ilmu teknologi dan pengetahuan.
Rincian diatas merupakan tonggak-tonggak yang diperlukan guna kegairahan, solidarita nasional, partisipasi, tanggung jawab, dan kecepatan bangsa didalam gerak pembangunan.


D.    Pendidikan yang relevan dengan pembangunan

            Yaitu berarti mempunyai tingkat keterhubungan yang tinggi antara bekal pedidikan yang diberikan pada seseorang atau suatu masysrakat. Masalah dan hajat hidup suatu masyarakat berbeda pada:
a.       Text Box: 10Periode yang satu dengan periode yang lainnya,
b.      Kelompok masyarakat yang satu dengan yanglainnya,
c.       Seseorang yang satu dengan yang lainnya.

            Berarti, bahwa pendidikan yang relevan dengan pembangunan dituntut untuk mengabdi pada kepentingan nasional, regional, lokal sampai pada kelompok kecil berupa keluarga yang senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu.
            Perubahan dan perkembangan yang cepat memerlukan penyesuaian pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap tertentu dari seseorang atau masyarakat yang menghadapi masalah dan hajat hidup baru.
            Orientasi dapat ditarik pemikiran-pemikira dasar, bahwa bekal pendidikan yang berisi penambahan pengetahuan-pengetahuan, keterampilan-keterampilan, dan nilai-nilai serta sikap-sikap haruslah diarahkan untuk:
a.       Menambah konformitas seorang atau suatu masyarakat terhadap cita-cita atau program pembangunan.
b.         Menambah kepekaan atau suatu masyarakat terhadap tantangan,persoalan, dan hajat hidup diri, lingkungan dan bangsanya yangsenantiasa berubah dan berkembang.
c.         Menambah kemampuan menyelesaikan tantangan persoalan dan hajat hidup dari seseorang atau suatu masyarakat seuai dengan keadaan yang dihadapi.
d.        Mengembangkan sikap-sikap yang cocok untuk tuntutan hidup dan kehidupan kini, disini, dan yang kan datang.
Text Box: 11            Keempat arah dasar di atas merupakan ciri esensial dari corak manusia Indonesia yang dapat diharapkan memiliki rasa civic conciousness, community responsibility dan partisipasi terhadap pmbangunan. Manusia Indonesia yang sesuai dengan kerangka acuan diatas dapat disebutkan sebagai manusia pembangunan yang ber-pancasila.
BAB III
PENUTUP



A.    Kesimpulan

            Pembangunan merupakan upaya suatu masyarakat, bangsa atau negara dalam menyesuaikan diri terhadap tantangan masalah dan kebutuhan yang dihadapi. Pembangunan sendiri tidak terletak pada pertumbuhan ekonomi dalam skal nasional atau regional.Tetapi pada teratasinya masalah dan terpenuhinya hajat hidup baik biologis maupun rokhaniah dari masyarakat luas. Pembangunan itu bertitik pangkal pada kepentingan manusia dan hasil akhirnya akan diukur berdasarka indeks perbaikanmutu hidup manusianya. Karena baik pendidikan dan pembangunan dituntut untuk dapat menaikkan mutu hidup manusia sebagai makhluk budaya. Kehidupan manusia selamanya tidak terlepas dari sumbangan yang diberikan oleh pendidikan. Perlu diketahui, bahwa wawasan kehidupan ynag merupakan sumber motivasi bagi cara-cara hidup, penemuan ilmu pengetahuan, dateknologi serta kecakapan teknisumat manusia dewasa ini merupakan buah dari upaya pendidikan  secara formal, informal, maupun non-formal. Pendidikan yang relevan dengan pembangunan, berarti mempunyai tingkat keterhubungan yang tinggi antara bekal pendidikan yang diberikan pada seseorang atau suatu masyarakat. Pendidikan dan pembangunan dituntut untuk bertindak cepat sehingga memungkinkan bangsa untuk berhasil dalam perubahan dan perkembangan kini dan yang akan datang.



Text Box: 12
 

B.     Saran

            Untuk memajukan pembangunan didalam sebuah masyarakat  atau negara diperlukan pendidikan terhadap suatu masyarakat agar masyarakat mampu berpikr logis dan kritis. Pendidikan dan pembangunan harus berjalan secara sejajar agar negara dapat berhasil dalam perubahan dunia dan perkembangan masa kini dn masa yang akan datang.





















Text Box: 13
 

DAFTAR PUSTAKA

1.      Ngalim Purwanto. 2006. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
2.      Redja Mudyahardjo. 2001. Pengantar Pendidikan : Sebuah Studi Awal tentang Dasar-dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta : Raja Grafindo Perkasa.
3.      W.P.Napitupulu. 1974. Pendidikan yang Relevan Kini dan Esok. Jakarta: Gunung Mulia.













Text Box: 14
 

No comments:

Post a Comment

RPP BAKTERI SMA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)                         Nama Sekolah        :           SMA Mata Pelajaran         :       ...

Translate

Powered By Blogger