PENDIDIKAN
DAN PEMBANGUNAN
Makalah
kelompok 10
Disusun
sebagai syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah “Pengantar Pendidikan”

Disusun
oleh :
Dimas Wahyu Indrata
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan yang Maha Esa karea dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pendidikan dan Pembangunan ini dengan
baik meskipun banyak kekurangan didalamnya dan juga kami berterima kasih pada
ibu Arum Adita M.Pd. selaku Dosen mata kuliah Pengantar Pendidikan UMP yang
telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami berharap makalah ini dapat
berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai hubungan
Pendidikan dan pembangunan, serta perbandingan Pendidikan dan Pembangunan dalam
dunia nasional dan internasional. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam
makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu,
kami berharap adanya kritik, saran, dan usulan demi perbaikan makalah yang
telah kami buat dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami
bagi siapapun yang membacanya sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat
berguna bagi kami maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf
apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami mohon kritik
dan saran.
Purwokerto, Januari 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang.............................................................................................1
B.
Tujuan Pembahasan.....................................................................................2
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian pendidikan
dan Pembangunan ..................................................3
B.
Titik Temu Pendidkan
dan pembangunan ..................................................3
C.
Sumbangan Pendidikan
Terhadap Pembangunan .......................................5
D.
Pendidikan yang relevan
dengan pembangunan .......................................10
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan ...............................................................................................12
B.
Saran...........................................................................................................13
Daftar Pustaka........................................................................................................14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Manusia
menjadi manusia berguna karena pendidikan. Pendidikan merupakan upaya memanusiakan
pendidikan manusia. Keunggulan suatu bangsa tidak lagi hanya bertumpu pada
alamnya, melainkan pada keunggulan sumber daya manusia, yaitu dengan tenaga
terdidik dengan kecerdasan intelektual, ilmu-ilmu dan pola berpikir rasional.
Peningkatan mutu sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan
secara terencana dan terarah untuk meningkatkan pembangunan. Pembangunan
didalam lingkungan merupakan upaya dari suatu masyarakat atau bangsa dan negara
dalam menyesuaikan diri terhadap tantangan masalah dan kebudayaan yang
dihadapinya.
Dalam
hubungan pendidikan dengan pembangunan, keduanya yang saling melengkapi. Proses
pendidikan pada suatu garis menempatkan manusia sebagai objek untuk
menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk memenuhi hajat hidup
masyarakat luas serta mengangkat manusia sebagai makhluk. Esensi usaha
pembangunan tidak terletak pada terwujudnya industrilisasi dan laju pertumbuhan
ekonomi dalam skala nasional atau regional. Tetapi pada teratasinya masalah
masalah dan terpenuhinya hajat hidup manusia baik biologis maupun
rokhaniah,dari masyarakat luas.
B.
Tujuan
Pembahasan
1. Untuk
memenuhi tugas mata kuliah pengantar pendidikan.
2. Untuk
mengetahui hubungan pendidikan dan pembangunan.
3. Untuk
mengetahui peran penting pendidikan bagi pembangunan.
4. Untuk
mengetahui pendidikan yang relevan dengan pendidikan.
5. Untuk
menjabarkan sumbangan pendidikan pada pembangunan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
pendidikan dan Pembangunan
Pendidikan
adalah ikhtiar ke dalam diri manusia sedangkan pembangunan merupakan ikhtiar
keluar guna mencapai hidup yang baik dari manusia itu sendiri. Pembangunan
sering diartikan ekonomi dan industrilisasi. Pengertian yang demikian itu
karena sebagian besar negara-negara didunia memusatkan diri pada pembangunan
ekonomi dan industrilisasi dianggap
sebagai kuda pacuan didalam mencapai tujuan ekonomi. Pembangunan itu sendiri
adalah upaya-upaya masyarakat, bangsa dan negara dalam menyesuaikan diri
terhadap tantangan-tantangan masalah dan
kebutuhan-kebutuhan yang dihadapnya.
B.
Titik
Temu Pendidkan dan pembangunan
Imanuel
Kant menyatakan, bahwa manusia menjadi manusia karena pendidikan. Krena itu
pendidikan termasuk upaya memanusiakan manusia. Sejarah umat manusia
menunjukkan beberapa bukti tentang kebenaran pernyataan diatas. Isabella di
Pensylpania Barat yang sejak lahir disembunyikan sampai ia ditemukan setelah
berumur enam setengah tahun, ternyata hanya bisa menangis. Contoh diatas
menunjukkan, bahwa ciri-ciri manusia dalam arti kemampuan jasmaniah dan
rokhaniahnya tidak secara otomatis dimiliki
oleh seseorang. Kemampuan kemampuan tersebut merupakan hasil belajar dan
didikan.
Dalam
hasanah ilmu pendidikan disebutkan, bahwa tugas mulia pendidikan terletak pada
upaya mengembangkan aspek-aspek pribadi manusia baik yang jasmaniah maupun yang
rokhaniah. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari kenyataan diri dan
lingkungan seseorang. Hidup dan kehidupan seseorang tidak berada dalam
keterpisahan dengan lingkungan dan sosial budayanya. Dengan demikian, hakekat
pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia, dan membudayakan manusia,
sehingga mampu mencipta, berkarya, membudi dan membalik bagi ekoferisnya(
kebulatan diri dan ligkungan).
Istilah
pembangunan sering diartikan pembangunan dan industrilisasi.Pengertian yang
demikian itu karena memang sebagia besar negara-negara didunia memusatkan diri
pada pembangunan ekonomi dan industrilisasi dianggap sebagai kuda pacuan yang
dapat diandalkan lari secepatnya didalam mencapai tujuan ekonomi itu sendiri. Makna pembangunan tidak terbatas pada
pembangunan ekonomi dan industrilisasi. Tetapi meliputi upaya-upaya yang
beragam dan sesuai dengan keanekaragaman masalah dan rintangan kebutuhan
sesuatu masyarakat.
Pembangunan
ekonomi dan industrilisasi memang dipandang sebagai obat mujarab khususnya oleh
negara-negara dunia ketiga, karena itu lazim penilaian terhadap hasil
pembangunan diletakkan pada kenaikan indikator-indikator ekonomi dan kelanjutan
proses industrilisasi itu sendiri. Namun hal ini tidak terjadi dengan sendirinya.
Sebab ada kemungkinan laju pertumbuhan ekonomi idak diikuti oleh penyebaran
yang merata, sehingga menyebabkan timbulnya persoalan-persoalan baru seperti
meluasnya pengangguran dan kemiskinan.
Titik
temu pendidikan dan pembangunan terletak pada unsur manusianya. Pendidikan
menekankan aktualisasi modal kedirian manusia guna memanusia dan membudaya bagi
diri dan lingkungannya. Sedangkan, pembangunan menekankan manipulasi
sumber-sumber yang terdapat dalam khasanah kehidupan manusia guna terpenuhinya
hajat hidup manusia itu sendiri. Secara singkat dapat dikatakan, bahwa pendidikan adalah ikhtiar kedalam diri
manusia dan pembangunan merupakan ikhtiar ke luar guna mencapai hidup yang baik
dari manusia itu sendiri. Pada analisis terakhirnya pendidikan dan pembangunan
bertumpu pada hajat hidup manusia yang senang tiasa ingin terangkat harkat dan
martabatnya. Karena itu, pendidikan maupun pembangunan dituntut untuk dapat
menaikkan mutu hidup manusia sebagai dan sebagai makhluk budaya. Singkatnya,
pendidikan dan pembangunan semata-mata merupakan harapan manusia untuk dapat
memperbaiki hidup dan dan kehidupan manusia dalam konteks ekosferisnya.
Keduanya sebagai harapan untuk tujuan akhir yang sama pula. Pendidikan dan
pembangunan perlu berjalan beriringan, saling tunjang menunjang dan saling
memberikan input.
C.
Sumbangan
Pendidikan Terhadap Pembangunan
Hidup
dan kehidupan manusia selamanya tidak terlepas dari sumbangan yang diberikan
oleh pendidikan. Memang tanpa makan dan bernafas, manusia tidak akan mampu
bertahan didalam hidup dan kehidupannya. Tetapi hidup dan kehidupan yang
berhasil sesuai dengan nilai-nilai manusiawi bagi diri dan lingkungan seseorang
mutlak memerlukan bekal kemampuan jasmaniah dan rokhaniah dari manusia itu
sendiri.
Kemampuan
jasmaniah dan rokhaniah manusia dibentuk oleh pendidikan dengan pemberian
pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai serta sikap-sikap tertentu. Proses
transformasi tersebut berlangsung secara formal, non-fromal dan informal. Dalam
hubungan ini, perlu diketahui bahwa wawasan kehidupan yang merupakan sumber
motivasi bagi cara-cara hidup, penemuan ilmu pengetahuan dan teknlogi serta
kecakapan-kecakapan teknis umat manusia dewasa ini merupakan buah dari upaya
pendidikan baik secara formal maupun informal. Dengan demikian pendidikan dalam
maknanya yang luas senantiasa menstimulir dan menyertai perubahan-perubahan dan
perkembangan umat manusia.
Pembangunan
ekonomi, sosial budaya, politik, dan pertahanan keamanan pada suatu bangsa atau
negara, mutlak keikutsertaan upaya pendidika untuk menstimulir dan menyertai
dalam setiap faset dan proses pembangunan. Sebab pada setiap faset dan poses
pembangunan menurut Dr. Gooding memerlukan
rasa kesadaran masyarakat dan tanggung jawab komunitas di kalangan masyarakat .Diperlukan juga konformitas dan partisipasi yang penuh darimasyarakat luas terhadap usaha pembangunan. Penuh atau tidaknya partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh akumulasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap yang dimiliki oleh seseorang.
rasa kesadaran masyarakat dan tanggung jawab komunitas di kalangan masyarakat .Diperlukan juga konformitas dan partisipasi yang penuh darimasyarakat luas terhadap usaha pembangunan. Penuh atau tidaknya partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh akumulasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap yang dimiliki oleh seseorang.
Menurut
Harbison dan mayers, pendidikan berarti pengembangan unsur manusia dengan
dengan menambah pengetahuan, kecerdasan, dan kesanggupan dari seluruh rakyat.
Dilihatdari kacamata pembangunan ekonomi, hal itu berarti akumulasi dari modal
manusia yang investmentnya dapat digunakan secara efektif untuk perkembangan
ekonomi. Hubungannya dengan pembangunan
ekonomi, usaha pendidikan itu berfungsi mempersiapkan rakyat menjadi bagian
dalam kehidupan politik, sehingga menyadari hak-hak dan kewajibannya
masing-masing dalam kehidupan demokrasi. Dipandang dari sudut sosial budaya,
pendidikan dapat diharapkan bantuannya untuk membimbing rakyat, mengasuh rakyat
dan memberikan bantuan pada rakyat, agar lebih sempurna dan kaya secara
rohaniah.
Laporan
komisi internasional pengembangan pendidikan menyebutkan bahwa : Bagi mereka
yang ingin membuat membuat dunia pada dewasa ini menjadi lebih baik dan untuk
mempersiapkan diri menghadapi masa depan, pendidikan adalah suatu faktor
universal yang mutlak perlu.
Masalah-masalah
pendidikan di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu: masalah
partisipasi/kesempatan memperoleh pendidikan, masalah efisiensi, masalah
efektivitas, dan masalah relevansi pendidikan (Redja Mudyahardjo, 2001: 496)
a. Masalah partisipasi
pendidikan
b. Masalah efisiensi pendidikan
Masalah efisiensi pendidikan berkenaan dengan proses pengubahan atau
transformasi masukan produk (raw input)
menjadi produk (output). Salah satu
cara menentukan mutu transformasi pendidikan adalah mengitung besar kecilnya
penghamburan pendidikian (educational
wastage), dalam arti mengitung jumlah murid/mahasiswa/peserta didik yang
putus sekolah, meng-ulang atau selesai tidak tepat waktu.
Jika peserta didik sebenarnya memiliki potensi yang memadai tetapi mereka
tidak naik kelas, putus sekolah, tidak lulus berarti ada masalah dalam
efisiensi pendidikan. Masalah efisiensi pendidikan juga terjadi di perguruan
tinggi. Masalah tersebut dapat diketahui dari adanya para mahasiswa yang
sebenarnya potensial tetapi putus kuliah dan gagal menyelesaikan pendidikannya
pada waktu yang tepat.
c. Masalah efektivitas pendidikan
d. Masalah relevansi pendidikan
Masalah ini berkenaan dengan rasio antara tamatan yang dihasilkan satuan
pendidikan dengan yang diharapkan satuan pendidikan di atasnya atau indtitusi
yang membutuhkan tenaga kerja, baik secara kuantitatif maupun secara
kualitatif.
Masalah relevansi terlihat dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan
tertentu yang tidak siap secara kemampuan kognitif dan teknikal untuk
melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya. Masalah relevansi juga dapat
diketahui dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah
kejuruan dan pendidikan tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk bekerja
Solusi untuk Mengatasi Masalah Pendidikan di Indonesia dari Perspektif
Manajemen Pendidikan :
1.
Tenaga Kependidikan sebagai figur utama proses
pendidikan
Upaya
memecahkan masalah pendidikan hendaknya dilakukan dengan menggunakan pendekatan
sistem. Dengan pendekatan ini pendidikan dipandang sebagai suatu sistem, suatu
kesatuan yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan untuk
mencapai suatu tujuan. Dari berbagai komponen system pendidikan, yaitu :
peserta didik (raw input), instrumental
input, termasuk di dalamnya tenaga kependidkian, dan environmental input, dari perspektif
manajemen pendidikan komponen tenaga kependidikan merupakan komponen yang
penting untuk dibahas.
2.
Tenaga kependidikan sebagai manajer pendidikan
Menurut
Terry (Ngalim Purwanto, 2006: 7), manajemen adalah suatu proses tertentu yang
terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan, yang
dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan
dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya. Jika proses tersebut
dilakukan dalam bidang pendidikan dan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan
maka disebut sebagai manajemen pendidikan.
Di
Indonesia, dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya, sumbangan pendidikan diharapkan
untuk :
a.
Pembinaan mental
manusia,
b. Pembinaan
persatuan dan kesatuan bangsa,
c. Pembinaan
ketahanan nasional,
d. Pembinaan
HAM,
e. Pembinaan
Rule of law, yaitu berbuat atas dasar hukum yang berlaku,
f. Pembinaan
hidup rasional, efisien, dan produktif,
g. Pembinaan
ilmu teknologi dan pengetahuan.
Rincian
diatas merupakan tonggak-tonggak yang diperlukan guna kegairahan, solidarita
nasional, partisipasi, tanggung jawab, dan kecepatan bangsa didalam gerak
pembangunan.
D.
Pendidikan
yang relevan dengan pembangunan
Yaitu berarti mempunyai tingkat
keterhubungan yang tinggi antara bekal pedidikan yang diberikan pada seseorang
atau suatu masysrakat. Masalah dan hajat hidup suatu masyarakat berbeda pada:
a.
Periode
yang satu dengan periode yang lainnya,
b.
Kelompok masyarakat
yang satu dengan yanglainnya,
c.
Seseorang yang satu
dengan yang lainnya.
Berarti, bahwa pendidikan yang
relevan dengan pembangunan dituntut untuk mengabdi pada kepentingan nasional,
regional, lokal sampai pada kelompok kecil berupa keluarga yang senantiasa
mengalami perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu.
Perubahan dan perkembangan yang
cepat memerlukan penyesuaian pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap tertentu
dari seseorang atau masyarakat yang menghadapi masalah dan hajat hidup baru.
Orientasi dapat ditarik
pemikiran-pemikira dasar, bahwa bekal pendidikan yang berisi penambahan pengetahuan-pengetahuan,
keterampilan-keterampilan, dan nilai-nilai serta sikap-sikap haruslah diarahkan
untuk:
a.
Menambah konformitas
seorang atau suatu masyarakat terhadap cita-cita atau program pembangunan.
b.
Menambah kepekaan atau
suatu masyarakat terhadap tantangan,persoalan, dan hajat hidup diri, lingkungan
dan bangsanya yangsenantiasa berubah dan berkembang.
c.
Menambah kemampuan
menyelesaikan tantangan persoalan dan hajat hidup dari seseorang atau suatu
masyarakat seuai dengan keadaan yang dihadapi.
d.
Mengembangkan
sikap-sikap yang cocok untuk tuntutan hidup dan kehidupan kini, disini, dan
yang kan datang.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pembangunan merupakan upaya suatu
masyarakat, bangsa atau negara dalam menyesuaikan diri terhadap tantangan
masalah dan kebutuhan yang dihadapi. Pembangunan sendiri tidak terletak pada
pertumbuhan ekonomi dalam skal nasional atau regional.Tetapi pada teratasinya
masalah dan terpenuhinya hajat hidup baik biologis maupun rokhaniah dari
masyarakat luas. Pembangunan itu bertitik pangkal pada kepentingan manusia dan
hasil akhirnya akan diukur berdasarka indeks perbaikanmutu hidup manusianya.
Karena baik pendidikan dan pembangunan dituntut untuk dapat menaikkan mutu
hidup manusia sebagai makhluk budaya. Kehidupan manusia selamanya tidak
terlepas dari sumbangan yang diberikan oleh pendidikan. Perlu diketahui, bahwa
wawasan kehidupan ynag merupakan sumber motivasi bagi cara-cara hidup, penemuan
ilmu pengetahuan, dateknologi serta kecakapan teknisumat manusia dewasa ini
merupakan buah dari upaya pendidikan
secara formal, informal, maupun non-formal. Pendidikan yang relevan
dengan pembangunan, berarti mempunyai tingkat keterhubungan yang tinggi antara
bekal pendidikan yang diberikan pada seseorang atau suatu masyarakat.
Pendidikan dan pembangunan dituntut untuk bertindak cepat sehingga memungkinkan
bangsa untuk berhasil dalam perubahan dan perkembangan kini dan yang akan
datang.
B.
Saran
Untuk memajukan pembangunan didalam
sebuah masyarakat atau negara diperlukan
pendidikan terhadap suatu masyarakat agar masyarakat mampu berpikr logis dan
kritis. Pendidikan dan pembangunan harus berjalan secara sejajar agar negara
dapat berhasil dalam perubahan dunia dan perkembangan masa kini dn masa yang
akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Ngalim Purwanto. 2006. Administrasi
dan Supervisi Pendidikan.
Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
2. Redja
Mudyahardjo. 2001. Pengantar Pendidikan : Sebuah Studi Awal tentang
Dasar-dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta :
Raja Grafindo Perkasa.
3.
W.P.Napitupulu. 1974. Pendidikan yang Relevan Kini dan Esok.
Jakarta: Gunung Mulia.

No comments:
Post a Comment