LAPORAN PRAKTIKUM BIOSTATISTIKA
ACARA 9
 RANCANGAN ACAK LENGKAP
 











                                                       Disusun oleh:
Dimas Wahyu  Indrata (1501070011)







PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
Sabtu, 12 Mei 2018
RANCANGAN ACAK LENGKAP
A.    TUJUAN
1.      Mengetahui  langkah-langkah Uji RAL melalui program SPSS.
2.      Mengetahui pengaruh berbagai macam varietas terhadap kemampuan reproduksi lada.
3.      Mengetahui varietas lada dengan kemampuan reproduksi tertinggi dan terendah

B.     DASAR TEORI
Menurut Mattjik dan Sumertajaya (2000) merupakan jenis rancangan percobaan yang paling sederhana. Pada umumnya, rancangan ini biasa digunakan untuk jenis percobaan yang memiliki media atau lingkungan percobaan yang seragam atau homogen.
Rancangan acak lengkap merupakan jenis rancangan percobaan yang dimana,  perlakuan diberikan secara acak kepada seluruh unit yang akan dilakukan percobaan. Hal ini dapat dilakukan karena lingkungan tempat percobaan diadakan relatif homogen sehingga media atau tempat percobaan ini tidak memberikan pengaruh berarti pada respon yang diamati.
Rancangan acak lengkap memiliki beberapa karakteristik, Karakteristik yang perlu diketahui ketika melakukan percobaan dengan model rancangan acak lengkap yakni keragaman atau variasi hanya disebabkan oleh perlakuan yang diuji cobakan pada suatu unit percobaan dan perlakuan tersebut merupakan tingkatan-tingkatan dari suatu faktor tertentu. Sementara itu faktor-faktor di luar perlakuan (faktor lingkungan) pada unit percobaan sedapat mungkin dikondisikan sama (homogen) sedangkan penempatan perlakuan pada unit percobaan dilakukan secara acak (random) (Harjosuwono dkk, 2011).
Terdapat beberapa kentungan dan kerugian menggunakan rancangan acak lengkap, yaitu :
1.      Denah perancangan percobaan mudah dibuat.
2.      Analisis statistik terhadap unit percobaan sederhana.
3.      Sangat fleksibel dalam hal jumlah penggunaan, perlakuan, serta pengulangan.
Selain itu rancangan acak lengkap memiliki kelemahan yakni apabila digunakan dalam kasus yang tidak tepat. Kerugian yang akan timbul dari penggunaan rancangan acak lengkapyakni semakin banyak perlakuan yang diuji cobakan, maka semakin sulit pula usaha untuk menyediakan unit percobaan yang homogen. Oleh karena itu rancangan model ini hanya cocok untuk rancangan dengan jumlah perlakuan dan pengulangan yang relatif sedikit.(Harjosuwono dkk, 2011)
Dalam suatu rancangan acak lengkap, data yang dianalisis statistika dikatakan sah dan valid apabila data tersebut didapat dari suatu percobaan yang memenuhi tiga prinsip dasar. Prinsip ini diperlukan untuk memprediksi kevalid dari suatu galat percobaan dan usaha meminimumkan galat percobaan guna meningkatkan ketelitian percobaan.
Menurut Mattjik & Sumertajaya (2006), tiga prinsip dasar tersebut antara lain :
a.       Ulangan
Ulangan adalah pengalokasian suatu perlakuan tertentu terhadap beberapa unit percobaan pada kondisi yang seragam (Homogen). (Mattjik & Sumertajaya, 2006). Pengulangan dilakukan dengan tujuan antara lain:
1)     Menduga ragam dari galat percobaan.
2)     Menduga galat baku (standard error) dari rata-rata perlakuan.
3)     Meningkatkan ketepatan percobaan.
4)     Memperluas presisi kesimpulan percobaan, yaitu melalui pemilihan dan penggunaan satuan-satuan percobaan yang lebih bervariasi.
b.      Pengendalian Lingkungan (Local Control)
Pengendalian lingkungan adalah suatu usaha untuk mengendalikan suatu keragaman yang muncul akibat keheterogenan kondisi suatu lingkungan. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengendalikan suatu lingkungan antara lain yakni dengan melakukan pengelompokan (blocking) satu arah, dua arah, maupun multi arah (banyak arah). Pengelompokan dikatakan baik jika keragaman di dalam suatu kelompok lebih kecil dari pada keragaman antar kelompok. Untuk mencapai hal itu maka kelompok yang dibentuk harus tegak lurus dengan arah keragaman unit percobaan (Mattjik & Sumertajaya, 2006).
c.       Pengacakan
Pengacakan diperlukan guna rancangan percobaan yang dilakukan terhindar dari suatu pengaruh subjektivitas karena dalam penelitian ilmiah diperlukan logika dan objektivitas. Dengan melakukan pengacakan maka setiap unit percobaan memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan suatu perlakuan tertentu. Pengacakan perlakuan pada unit-unit percobaan dapat dilakukan dengan menggunakan tabel bilangan acak, sistem lotere, atau dengan bantuan software komputer (Harjosuwono dkk, 2011).
Langkah –langkah perhitungan rancangan acak lengkap : (Harjosuwono dkk, 2011).
1.      Hipotesis
Sebelum melakukan proses analisa data hasil pengamatan terlebih dahulu perlu dirumuskan hipotesis agar jelas maksud dan tujuan percobaan yang dilakukan
2.      Analisis data
Untuk menganalisa data dari suatu rancangan acak lengkap akan dilakukan sidik ragam berdasar tabulasi data
3.      Menghitung jumlah kuadrat perlakuan
4.      Menghitung jumlah kuadrat galat
5.      Menghitung kuadrat tengah perlakuan
6.      Menghitung kuadrat tengah galat
7.      Menyimpulkan hasil analisa
Jika didapatkan nilai Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima pada level nyata α, artinya perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap respon yang diamati. Begitu pula sebaliknya, jika nilai Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak pada level nyata α, artinya perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap respon yang diamati.
C.    ALAT DAN BAHAN
Alat:
1.      Laptop
2.      Alat tulis
3.      Buku petunjuk praktikum Biostatistika
4.      Stop kontak
Bahan :
1.      Data hasil penelitian (hasil produksi biji lada per hektar).
2.      Program aplikasi SPSS versi 23

D.    CARA KERJA
1.      Menyiapkan data yang akan diuji
Sebuah penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kemampuan berproduksi varietas lada. Varietas-varietas yang dilakukan pengujian antara lain yakni varietas Wilis, Lokon, Galunggung, Malabar, dan Slamet. Tempat percobaan merupakan tanah kering yang dianggap homogen. Uji yang akan digunakan yakni uji Rancangan Acak Lengkap. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Hasil biji per hektar sebagai berikut:

Varietas
Hasil Biji (Ku/Ha)
1
2
3
4
V1
7.65
6.80
7.92
6.98
V2
5.88
6.40
6.80
6.08
V3
9.29
10.73
10.00
9.17
V4
7.92
8.54
7.46
7.09
V5
10.50
10.19
10.88
10.94
Keterangan :
V1 = Varietas Wilis
V2 = Varietas Lokon
V3 = Varietas Galunggung
V4 = Varietas Malabar
V5 = Varietas Slamet
2.      Menyusun tabel persiapan uji F dalam MS Word agar memudahkan entri data pada worksheet Data View SPSS. Terlebih dahulu memberi kode 1 untuk V1, kode 2 untuk V2, kode 3 untuk V3, kode 4 untuk V4, dan kode 5 untuk V5. Menyusun tabel persiapan uji data hasil penelitian sebagai berikut.
Tabel 1. Tabel persiapan uji
Varietas
Hasil Biji (Ku/Ha)
1
7.65
1
6.80
1
7.92
1
6.98
2
5.88
2
6.40
2
6.80
2
6.08
3
9.29
3
10.73
3
10.00
3
9.17
4
7.92
4
8.54
4
7.46
4
7.09
5
10.50
5
10.19
5
10.88
5
10.94

3.      Membuka program SPSS Versi 23
4.      Memasukan data yang telah disusun ke SPSS dalam worksheet Data View dengan cara memblok tabel persiapan uji yang telah disusun dalam MS Word (Tabel. 1) kemudian menekan Ctrl+C pada keyboard. Pada worksheet Data View SPSS arahkan kursor pada baris 1 dan kolom var pertama dan menekan Ctrl+V sehingga akan nampak sajian data dalam worksheet Data View sebagai berikut:
5.      Membuka worksheet variabel view dengan mengklik Variabel View dibagian pojok kiri bawah. Mengubah VAR00001 dengan “Varietas” dan VAR00002 dengan “Hasil_Biji” pada kolom “NAME”. Selanjutnya mengubah desimal pada kolom “Decimale”, jumlah desimal pada baris pertama diubah menjadi 0 dan pada baris kedua tetap 2. Sehingga dalam worksheet Variabel View akan tampak tampilan seperti berikut:
6.      Memberikan label pada kolom Value baris pertama dengan cara mengklik baris pertama pada kolom Values dan akan muncul kotak dialog Value Labels. Memberi label pada kotak dialog tersebut seperti langkah-langkah berikut:
-          Ketik 1 pada kolom value, ketik V1 pada kolom label, kemudian klik Add
-          Ketik 2 pada kolom value, ketik V2 pada kolom label, kemudian klik Add
-          Ketik 3 pada kolom value, ketik V3 pada kolom label, kemudian klik Add
-          Ketik 4 pada kolom value, ketik V4 pada kolom label, kemudian klik Add
-          Ketik 5 pada kolom value, ketik V5 pada kolom label, kemudian klik Add
Sehingga dalam kotak dialog Value Labels tampak seperti berikut
Mengklik OK untuk menutup kotak dialog Value Labels
7.      Mengarahkan kursor pada menubar dan klik menu Analyze, memilih sub menu Compere Mean dan pilih One Way Anovna dengan cara mengkliknya.
Selanjutnya akan muncul kotak dialog One-Way Anova seperti dibawah ini
8.      Pada kotak dialog One-Way Anova variabel Hasi_Biji dipindahkan ke kolom dependent dan variabel Varietas dipindahkan pada kolom Factor.


9.      Menklik Post Hoc untuk melakukan uji lanjut, maka akan muncul kotak dialog One-Way Anova : Post Hoct Multiple Comparison. Pada kotak dialog tersebut memilih metode LDS dan Ducan dengan taraf kepercayaan 95% (α=5%).

Klik countinue untuk menutup kotak dialog One-Way Anova : Post Hoct Multiple Comparison
10.  Pda kotak dialog One-Way Anova, klik menu option dan akan muncul kotak dialog One-Way Anova : Option. Pilih deskriptif dan kemudian mengklik Countinu untuk menutup kotak dialog One-Way Anova : Option
11.  Klik OK pada kotak dialog One-Way Anova sehingga akan keluar hasil uji analisis data sstatistiknya.

12.  Menginterpretasikan data hasil uji analisis data statistk.

E.     HASIL ANALISIS UJI STATISTIK RAL
Tabel 1. Descriptive
Descriptives
HASIL BIJI 

N
Mean
Std. Deviation
Std. Error
95% Confidence Interval for Mean
Minimum
Maximum
Lower Bound
Upper Bound
V1
4
7,8075
,70320
,35160
6,6886
8,9264
6,98
8,68
V2
4
6,2900
,40183
,20091
5,6506
6,9294
5,88
6,80
V3
4
9,7975
,72154
,36077
8,6494
10,9456
9,17
10,73
V4
4
7,7525
,62521
,31261
6,7576
8,7474
7,09
8,54
V5
4
10,6275
,35075
,17537
10,0694
11,1856
10,19
10,94
Total
20
8,4550
1,67897
,37543
7,6692
9,2408
5,88
10,94

Pada pengujian RAK menunjukkan bahwa varietas 1ada menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan terdiri dari 4 ulangan dan jumlah kasus sebanyak 20. Rata-rata untuk varieatas 1 (V1)  adalah 7,8075 dengan standar deviasi 0,70320 dengan standar error 0,35160 dan lower bound 6,6886 dan upper bound 8,9264 dengan nilai maksimum 8,68 dan nilai minimum 6,98, varieatas 2 (V2)  adalah 6,2900 dengan standar deviasi 0,40183 dengan standar error 0,20091 dan lower bound 5,6506 dan upper bound 6,9294 dengan nilai maksimum 6,80 dan nilai minimum 5,88, varieatas 3 (V3)  adalah 9,7975 dengan standar deviasi 0,72154 dengan standar error 0,36077 dan lower bound 8,6494 dan upper bound 10,9456 dengan nilai maksimum 10,739 dan nilai minimum 9,17, varieatas 4 (V4)  adalah 7,752 dengan standar deviasi 0,62521 dengan standar error 0,35160 dan lower bound 6,7576 dan upper bound 8,7474 dengan nilai maksimum 8,54 dan nilai minimum 7,09, varieatas 5 (V5)  adalah 10,6275 dengan standar deviasi 0,35075 dengan standar error 0,17537 dan lower bound 10,0694 dan upper bound 11,1856 dengan nilai maksimum 10,94 dan nilai minimum 10,19, hasil tersebut dapat dilihat pada tabel 1. Descriptive

Tabel 2. Hasil Uji ANOVA
ANOVA
HASIL BIJI 

Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Between Groups
48,488
4
12,122
35,853
,000
Within Groups
5,072
15
,338


Total
53,560
19



Penentuan 1 : untuk mengetahui varian sama atau berbeda
Jika sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima
Jika sig. > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak
Ho : perlakuan mempunyai varian yang sama
Ha : perlakuan mempunyai varian yang tidak sama atau berbeda

Penentuan 2 : adanya beda nyata atau tidak
Ho : terdapat beda nyata antar perlakuan
Ha : tidak ada perbedaan nyata antar perlakuan
Jika sig. < 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak
Jika sig. > 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima

Nilai F 35,853 ditentukan dg tabel F. Tabel F = 3,06
Apabila F hitung > F tabel maka menunjukkan bahwa variabel bebas atau X berpengaruh terhadap variabel terikat atau Y
Apabila F hitung < F tabel maka menunjukkan bahwa variabel bebas atau X tidak berpengaruh terhadap variabel terikat atau Y
Berdasarkan pengujian hasil biji dg nilai sg. 0,000 untuk penentuan 1 nilai sig < dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti perlakuan mempunyai nilai yang tidak sama atau berbeda kemudian penentuan 2 nilai sig < 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak  yang berarti terdapat beda nyata antar perlakuan. Nilai F 35,853 ditentukan dg tabel F. Tabel F = 3,06 dari data tersebut  F hitung > F tabel maka menunjukkan bahwa variabel bebas atau X berpengaruh terhadap variabel terikat atau Y

Tabel 3. M Comparisons
Multiple Comparisons
Dependent Variable:   HASIL BIJI 

(I) VARIETAS
(J) VARIETAS
Mean Difference (I-J)
Std. Error
Sig.
95% Confidence Interval

Lower Bound
Upper Bound
LSD
V1
V2
1,51750*
,41116
,002
,6411
2,3939
V3
-1,99000*
,41116
,000
-2,8664
-1,1136
V4
,05500
,41116
,895
-,8214
,9314
V5
-2,82000*
,41116
,000
-3,6964
-1,9436
V2
V1
-1,51750*
,41116
,002
-2,3939
-,6411
V3
-3,50750*
,41116
,000
-4,3839
-2,6311
V4
-1,46250*
,41116
,003
-2,3389
-,5861
V5
-4,33750*
,41116
,000
-5,2139
-3,4611
V3
V1
1,99000*
,41116
,000
1,1136
2,8664
V2
3,50750*
,41116
,000
2,6311
4,3839
V4
2,04500*
,41116
,000
1,1686
2,9214
V5
-,83000
,41116
,062
-1,7064
,0464
V4
V1
-,05500
,41116
,895
-,9314
,8214
V2
1,46250*
,41116
,003
,5861
2,3389
V3
-2,04500*
,41116
,000
-2,9214
-1,1686
V5
-2,87500*
,41116
,000
-3,7514
-1,9986
V5
V1
2,82000*
,41116
,000
1,9436
3,6964
V2
4,33750*
,41116
,000
3,4611
5,2139
V3
,83000
,41116
,062
-,0464
1,7064
V4
2,87500*
,41116
,000
1,9986
3,7514
*. The mean difference is significant at the 0.05 level.
Berdasarkan hasil analisis uji LSD pada tabel multiple comparisons menjukkan bahwa Pengujian antara var 1 dan v2 nilai signya 0,002. Vari 1 dg var 3 nilai signya 0,000 . Var 1 dg var 4 nilai signya 0,895. Var 1 dg v 5 nilai signya 0,000. Var 2 dg v 3 nilai signya 0,000. Var 2 dg v 4 nilai signya 0,003. Var 2 dg v 5 nilai signya 0,000. Var 3 dg v 4 nilai signya 0,000. Var 3 dg v 5 nilai signya 0,062. Var 4 dg v 5 nilai signya 0,000.
Dari tabel diatas untuk mengetahui apakah ada beda nyata atau tidak
Ho : terdapat beda nyata antar perlakuan
Ha : tidak ada perbedaan nyata antar perlakuan
Jika sig. < 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak
Jika sig. > 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima
·         Antar v1 dan v2 nilai sig 0,002 dianalisis berdasarkan nilai probablitas. Nilai probablitas yang digunakan adalah 0,05. Dari hasl tersebut nilai sig. 0,002 < 0,005 maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya ada perbdaan nyata antar perlakuan
·         Antar v1 dan v3 nilai sig 0,000 dianalisis berdasarkan nilai probablitas. Nilai probablitas yang digunakan adalah 0,05. Dari hasl tersebut nilai sig. 0,000 < 0,005 maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya ada perbdaan nyata antar perlakuan
·         Antar v1 dan v4 nilai sig 0,895 dianalisis berdasarkan nilai probablitas. Nilai probablitas yang digunakan adalah 0,05. Dari hasl tersebut nilai sig. 0,895 > 0,005 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya tidak ada perbedaan nyata antar perlakuan
·         Antar v1 dan v5 nilai sig 0,000 dianalisis berdasarkan nilai probablitas. Nilai probablitas yang digunakan adalah 0,05. Dari hasl tersebut nilai sig. 0,00o < 0,005 maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya ada perbdaan nyata antar perlakuan
·         Antar v2 dan v3 nilai sig 0,000 dianalisis berdasarkan nilai probablitas. Nilai probablitas yang digunakan adalah 0,05. Dari hasl tersebut nilai sig. 0,000 < 0,005 maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya ada perbdaan nyata antar perlakuan
·         Antar v2 dan v4 nilai sig 0,003 dianalisis berdasarkan nilai probablitas. Nilai probablitas yang digunakan adalah 0,05. Dari hasl tersebut nilai sig. 0,003 < 0,005 maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya ada perbdaan nyata antar perlakuan
·         Antar v2 dan v5 nilai sig 0,000 dianalisis berdasarkan nilai probablitas. Nilai probablitas yang digunakan adalah 0,05. Dari hasl tersebut nilai sig. 0,000 < 0,005 maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya ada perbdaan nyata antar perlakuan
·         Antar v3 dan v4 nilai sig 0,000 dianalisis berdasarkan nilai probablitas. Nilai probablitas yang digunakan adalah 0,05. Dari hasl tersebut nilai sig. 0,000 < 0,005 maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya ada perbdaan nyata antar perlakuan
·         Antar v3 dan v5 nilai sig 0,062 dianalisis berdasarkan nilai probablitas. Nilai probablitas yang digunakan adalah 0,05. Dari hasl tersebut nilai sig. 0,062 > 0,005 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya tidak ada perbedaan nyata antar perlakuan
·         Antar v4 dan v5 nilai sig 0,000 dianalisis berdasarkan nilai probablitas. Nilai probablitas yang digunakan adalah 0,05. Dari hasl tersebut nilai sig. 0,000 < 0,005 maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya ada perbdaan nyata antar perlakuan

Tabel 4. Hasil Biji
HASIL BIJI

VARIETAS
N
Subset for alpha = 0.05

1
2
3
Duncana
V2
4
6,2900


V4
4

7,7525

V1
4

7,8075

V3
4


9,7975
V5
4


10,6275
Sig.

1,000
,895
,062
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 4,000.
Berdasarkan hasil pengujian duncan dapat diliat pada tabel diatas bahwa pada perlakuan V1 meningkatkan hasil panen biji lada sebesar 7,8075 kuintal/ha. Pada perlakuan V2 dapat meningkatkan hasil panen biji lada sebesar 6,2900 kuintal/ha. Pada perlakuan V3 dapat meningkatkan hasil panen biji lada sebesar 9,7975. Pada perlakuan V4 dapat meningkatkan hasil panen biji lada sebesar 7,7525 kuintal/ha. Pada perlakuan V5 dapat meningkatkan hasil panen biji lada sebesar 10,6275 kuintal/ha.
Jadi dapat dilihat variets lada yang memiliki kemampuan produksi biji terbesar  adalah varietas 5 dengan jumlah produksi sebesar 10,6275 kuintal/hektar dan untuk varietas kedelai yang memiliki kemampuan produksi biji terendah adalah varietas 2 dengan jumlah produksi sebesar 6,2900 kuintal/hektar. Dari data tersebut hasil produksi yang paling tertinggi hingga terendah dapat diurutkan yakni V5 = 10,6275, V3=9,7975, V1= 7,8075, V4= 7,7525, V2= 6,2900
F.     PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan yakni uji rancangan acak lengkap dengan menggunakn program SPSS versi 23. Percobaan ini dilakuan dengan tujun untuk mengetahui  langkah-langkah Uji RAL melalui program SPSS, mengetahui pengaruh berbagai macam varietas terhadap kemampuan reproduksi lada., mengetahui varietas lada dengan kemampuan reproduksi tertinggi dan terendah terhadap beberapa perlakuan. Dalam percobaan ini menggunakan uji Rancangn Acak Lengkap, Rancangan acak lengkap merupakan jenis rancangan percobaan yang dimana,  perlakuan diberikan secara acak kepada seluruh unit yang akan dilakukan percobaan.
Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 23 diketahui bahwa terdapat adanya pengaruh macam varietas lada terhadap hasil produksi biji lada. Pada tabel Descriptive, terdapat nilai rata-rata (mean), standar deviasi dan penyimpangan kesalahan (standar error) dari masing-masing varietas lada. Masing-masing varietas terdiri dari 4 kali ulangan dengan jumlah kasus 20. Dari semua varietas lada menunjukkan nilai rata-rata dengan standar defiasi yang berbeda pula.
Hipotesis ANOVA
Penentuan 1 : untuk mengetahui varian sama atau berbeda
Jika sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima
Jika sig. > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak
Ho : perlakuan mempunyai varian yang sama
Ha : perlakuan mempunyai varian yang tidak sama atau berbeda

Penentuan 2 : adanya beda nyata atau tidak
Ho : terdapat beda nyata antar perlakuan
Ha : tidak ada perbedaan nyata antar perlakuan
Jika sig. < 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak
Jika sig. > 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima

Nilai F 35,853 ditentukan dg tabel F. Tabel F = 3,06
Untuk menentukan cara membaca F tabel igunakan langkah-langkah sebagai berikut
F pembilang (df1) = k (banyaknya varietas) -1à 5-1= 4
F penyebut (df2 )= n (total hasil biji semua varietas) - k à 19-4=15
Apabila F hitung > F tabel maka menunjukkan bahwa variabel bebas atau X berpengaruh terhadap variabel terikat atau Y
Apabila F hitung < F tabel maka menunjukkan bahwa variabel bebas atau X tidak berpengaruh terhadap variabel terikat atau Y
Berdasarkan pengujian hasil biji dg nilai sg. 0,000 untuk penentuan 1 nilai sig < dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti perlakuan mempunyai nilai yang tidak sama atau berbeda kemudian penentuan 2 nilai sig < 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak  yang berarti terdapat beda nyata antar perlakuan. Nilai F 35,853 ditentukan dg tabel F. Tabel F = 3,06 dari data tersebut  F hitung > F tabel maka menunjukkan bahwa variabel bebas atau X berpengaruh terhadap variabel terikat atau Y
Berdasarkan tabel multiple comparisons, varietas yang memiliki perbedaan yang nyata adalah sebagai berikut:
1.      Perlakuan V1 dengan V2, berbeda nyata karena sig. 0,02 < 0,05
2.      Perlakuan V1 dengan V3, berbeda nyata karena sig. 0,000 < 0,05
3.      Perlakuan V1 dengan V4, tidak berbeda nyata karena sig. 0,895 > 0,05
4.      Perlakuan V1 dengan V5, berbeda nyata karena sig. 0,000 < 0,05
5.      Perlakuan V2 – V3, berbeda nyata karena sig. 0,000 < 0,05
6.      Perlakuan V2 – V4, berbeda nyata karena sig. 0,003 < 0,05
7.      Perlakuan V2 – V5, berbeda nyata karena sig. 0,000 < 0,05
8.      Perlakuan V3 – V4, berbeda nyata karena sig. 0,000 < 0,05
9.      Perlakuan V3- V5, tidak berbeda nyata karena sig. 0,062 > 0,05
10.  Perlakuan V4- V5, berbeda nyata karena sig. 0,000< 0,05
Hasil analisis yang muncul pada tabel homogeneus subsets digunakan untuk mengetahui macam varietas lada yang memiliki kemampuan produksi biji terendah hingga tertinggi. Berdasarkan hasil interpretasi yang telah dilakukan terhadap tabel homogeneus subsets, maka Varietas lada yang memiliki kemampuan produksi biji terbesar  adalah varietas 5 dengan jumlah produksi 10,6275 kuintal/hektar dan untuk varietas kedelai kemampuan produksi biji terendah adalah varietas 2 dengan jumlah produksi 6,2900 kuintal/hektar. Dari data tersebut hasil produksi yang paling tertinggi hingga terendah dapat diurutkan yakni V5 = 10,6275, V3=9,7975, V1= 7,8075, V4= 7,7525, V2= 6,2900
Pada penghitungan uji RAL dengan menggunakan uji F ini dilkukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perlakuan yang dicobakan. Jika Ho diterima berarti semua perlakuan yang dicobakan memberikan pengaruh yang sama, tetapi jika Ha yang diterima berarti paling sedikit terdapat sepasang nilai tengah perlakuan yang berbeda. Untuk mengetahui pasangan perlakuan mana yang mempunyai nilai tengah yang berbeda, maka harus dilakukan pengujian lanjutan. Uji lanjutan yang digunakan adalah uji LCD (Least Significance Different) dan uji Duncan. Tujuan dilkukannya Uji duncann adalah untuk mengetahui hasil uji beda nyata dengan metode Duncan pada RAL faktorial. Apabila hasil yang diperoleh menunjukkan hasil tau data yang signifikan maka Ha diterima dan Ho ditolak , maka dapat disimpulkan data tersebut ke dalam uji beda nyata guna mengetahui lebih lanjut letak perbedaan spesifik dari data.
Pemiliihan Uji LSD  karena Uji LSD bekerja lebih teliti, apabila perlakuan yang akan diperbandingkan sebelumnya telah direncanakan, sehingga sering juga dikenal sebagai suatu uji perbandingan terencana. Pengujian dilakukan berdasarkan dua nilai baku (α) pembanding terhadap perbedaan rata-rata, yaitu LSD(α=5%) atau taraf kepercayan 95% dan LSD(α=1%) tau taraf kpercyaan 99%, yang diperoleh dengan mengalikan nilai t-sudent dengan nilai galat baku rerata deviasi (Sδ).





G.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penghitungan hasil analisis rancangan percobaan RAL dengan menggunakan SPSS dapat disimpulkan bahwa:
1.      Rancangan acak lengkap merupakan jenis rancangan percobaan yang dimana,  perlakuan diberikan secara acak kepada seluruh unit yang akan dilakukan percobaan.
2.      Uji ducan berfungsi untuk mengetahui hasil uji beda nyata dengan metode Duncan pada RAL faktorial.
3.       Tabel Analisis of Variace (ANOVA) ini bertujuan untuk menguji apakah semua populasi mempunyai rata-rata yang sama
4.      Uji LSD lebih teliti apabila perlakuan yang akan diperbandingkan sebelumnya telah direncanakan.
5.      Pengujian yang dilakukan adalah dengan uji F yang dilanjutkan dengan menggunakan uji duncan dan uji LSD (Least Significance Different)
6.       Untuk varietas kacang kedelai kemampuan produksi biji terbesar adalah varietas 5 dengan jumlah produksi 10,6275 kuintal/hektar
7.      Varietas kacang kedelai yang memiliki kemampuan produksi biji terendah adalah varietas 2 dengan jumlah produksi 6,2900 kuintal/hektar
8.      Hasil produksi yang paling tertinggi hingga terendah dapat diurutkan yakni V5 = 10,6275, V3=9,7975, V1= 7,8075, V4= 7,7525, V2= 6,2900
9.      Langkah-langkah uji RAL terdiri dari :
a)      Hipotesis
b)      Analisis data
c)      Menghitung jumlah kuadrat perlakuan
d)     Menghitung jumlah kuadrat galat
e)      Menghitung kuadrat tengah perlakuan
f)       Menghitung kuadrat tengah galat
g)      Menyimpulkan hasil analisa




DAFTAR PUSTAKA
Mattjik AA, Sumertajaya IM. 2006. Perancangan Percobaan, dengan Aplikasi
SAS dan Minitab. Edisi kedua. Bogor: IPB Press.
Harjosuwono, B. A., Arnata, I. W. & Puspawati, G. A. K. D.2011. Rancangan
Percobaan Teori, Aplikasi SPSS dan Excel. Malang: Lintas Kata
Publishing
Sastrosupadi.2000. Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian.
Yogyakarta: Kanisius.
Siswani, Dini Mulia.2017.Petunjuk Praktikum Biostatistika.Purwokerto:UMP


















LAMPIRAN 1 OUTPUT UJI RAL SPSS
Tabel 1. Descriptive
Descriptives
HASIL BIJI 

N
Mean
Std. Deviation
Std. Error
95% Confidence Interval for Mean
Minimum
Maximum
Lower Bound
Upper Bound
V1
4
7,8075
,70320
,35160
6,6886
8,9264
6,98
8,68
V2
4
6,2900
,40183
,20091
5,6506
6,9294
5,88
6,80
V3
4
9,7975
,72154
,36077
8,6494
10,9456
9,17
10,73
V4
4
7,7525
,62521
,31261
6,7576
8,7474
7,09
8,54
V5
4
10,6275
,35075
,17537
10,0694
11,1856
10,19
10,94
Total
20
8,4550
1,67897
,37543
7,6692
9,2408
5,88
10,94

Tabel 2. Hasil Uji ANOVA
ANOVA
HASIL BIJI 

Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Between Groups
48,488
4
12,122
35,853
,000
Within Groups
5,072
15
,338


Total
53,560
19




Tabel 3. M Comparisons
Multiple Comparisons
Dependent Variable:   HASIL BIJI 

(I) VARIETAS
(J) VARIETAS
Mean Difference (I-J)
Std. Error
Sig.
95% Confidence Interval

Lower Bound
Upper Bound
LSD
V1
V2
1,51750*
,41116
,002
,6411
2,3939
V3
-1,99000*
,41116
,000
-2,8664
-1,1136
V4
,05500
,41116
,895
-,8214
,9314
V5
-2,82000*
,41116
,000
-3,6964
-1,9436
V2
V1
-1,51750*
,41116
,002
-2,3939
-,6411
V3
-3,50750*
,41116
,000
-4,3839
-2,6311
V4
-1,46250*
,41116
,003
-2,3389
-,5861
V5
-4,33750*
,41116
,000
-5,2139
-3,4611
V3
V1
1,99000*
,41116
,000
1,1136
2,8664
V2
3,50750*
,41116
,000
2,6311
4,3839
V4
2,04500*
,41116
,000
1,1686
2,9214
V5
-,83000
,41116
,062
-1,7064
,0464
V4
V1
-,05500
,41116
,895
-,9314
,8214
V2
1,46250*
,41116
,003
,5861
2,3389
V3
-2,04500*
,41116
,000
-2,9214
-1,1686
V5
-2,87500*
,41116
,000
-3,7514
-1,9986
V5
V1
2,82000*
,41116
,000
1,9436
3,6964
V2
4,33750*
,41116
,000
3,4611
5,2139
V3
,83000
,41116
,062
-,0464
1,7064
V4
2,87500*
,41116
,000
1,9986
3,7514
*. The mean difference is significant at the 0.05 level.

Tabel 4. Hasil Biji
HASIL BIJI


VARIETAS
N
Subset for alpha = 0.05


1
2
3

Duncana
V2
4
6,2900



V4
4

7,7525


V1
4

7,8075


V3
4


9,7975

V5
4


10,6275

Sig.

1,000
,895
,062

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 4,000.




Varietas
Hasil Biji (Ku/Ha)

1
2
3
4

V1
7.65
6.80
7.92
6.98

V2
5.88
6.40
6.80
6.08

V3
9.29
10.73
10.00
9.17

V4
7.92
8.54
7.46
7.09

V5
10.50
10.19
10.88
10.94





























LAMPIRAN 2 DATA HASIL PENELITIAN
Varietas
Hasil Biji (Ku/Ha)
1
2
3
4
V1
7.65
6.80
7.92
6.98
V2
5.88
6.40
6.80
6.08
V3
9.29
10.73
10.00
9.17
V4
7.92
8.54
7.46
7.09
V5
10.50
10.19
10.88
10.94





No comments:

Post a Comment

RPP BAKTERI SMA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)                         Nama Sekolah        :           SMA Mata Pelajaran         :       ...

Translate

Powered By Blogger