LAPORAN PRAKTIKUM BIOSTATISTIKA
ACARA 10
RANCANGAN ACAK KELOMPOK (RAK)


index 









Disusun oleh:
Dimas Wahyu Indrata
1501070011






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERO
Sabtu, 12 Mei 2018
RANCANGAN ACAK KELOMPOK (RAK)
A.    TUJUAN
1.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan Rancangan Aca            k Kelompok
2.      Mengetahui langkah-langkah pengujian Rancangan Acak kelompok dengan aplikasi SPSS versi 23
3.      Mengetahui pengaruh yang diterima oleh setiap blok produksi benih padi dari perlakuan pemberian macam-macam pupuk
4.      Mengetahui pengaruh yang ditimbulkan oleh macam-macam pupuk yang digunakan pada setiap blok produksi benih padi
B.     DASAR TEORI
Rancangan Acak Kelompok atau randomized block design merupakan suatu model rancangan dalam rancangan percobaan. Rancangan acak kelompok ini digunakan pada unit percobaan yang tidak homogen, dimana ketidak homogen ini diduga mengarah pada satu arah. Rancangan ini disebut rancangan acak kelompok, karena pada rancangan ini  pengacakan perlakuan dilakukan pada setiap kelompok. Rancangan ini  dapat digunakan untuk melakukan percobaan di lapangan atau di laboratorium atau di rumah kaca. (Sugiarto, 1994).
Ciri – Ciri RAK
Menurut Harlyan (2012), Rancangan Acak Kelompok (RAK) memiliki ciri – ciri,  sebagai berikut :
1.    Digunakan untuk lingkungan yang heterogen / tidak homogen.
2.    Perlakuan diatur dalam masing-masing suatu kelompok (blok).
3.    Kelompok sebagai ulangan, dalam tiap kelompok kondisi harus homogen (sama).
4.    Pengacakan dilakukan dalam masing-masing kelompok.
Kelebihan RAK
Menurut Yitnosumarto (1991), keuntungan RAK adalah :
1.      Sama seperti RAL, analisis statistik dari data yang diperoleh dari uji RAK ini masih bersifat sederhana.
2.      Apabila andaian adanya gradien satu arah dipenuhi, RAK memberikan presisi dan efisiensi yang lebih tinggi dari RAL.
3.      Jika ada satu atau dua data yang hilang (atau secara statistik tidak memenuhi syarat) analisis masih dapat dilakukan, yaitu dengan menggunakan teknik data hilang (missing data technique).
Keuntungan RAK
Menurut sugiarto(1994) keuntungan rancangan acak kelompok yaitu :
1.      Untuk banyak tipe percobaan, dengan pengelompokan akan diperoleh hasil yang lebih tepat dari pada menggunkan uji RAL, karena dengan mengeluarkan jumlah kuadrat kelompok dari jumlah kuadrat galat akan menyebabkan kuadrat tengah galat lebih kecil.
2.      Jumlah perlakuan dan ulangan tidak adanya pembatasan
3.      Analisis data relatif lebih mudah. Apabila data untuk perlakuan tertentu hilang telah tersedia cara menghitung nilai dugaan untuk data tersebut. Ragam galat untuk perbandingan perlakuan tertentu dapat di isolasi, terutama bila ragam antar perlakuan tidak homogen. Bila ada perlakuan tertentu yang datanya tidak dapat digunakan, perlakuan tersebut dapat dihilangkan tanpa mempersulit analisisnya
 Kekurangan RAK
Menurut Harlyan (2012), Rancangan Acak Kelompok (RAK) memiliki beberapa kekurangan, yaitu :
1.      Rancangan menjadi kurang efisien dibanding yang lain jika terdapat lebih dari satu sumber keragaman yang tidak diinginkan atau tidak sesuai
2.      Peningkatan ketepatan pengelompokan akan menurun dengan semakin meningkatnya jumlah satuan percobaan dalam kelompok.
3.      Jika ada data yang hilang memerlukan perhitungan yang lebih rumit.
Rancangan acak kelompok  berguna untuk melaksanakan percobaan bila unit percobaan tidak homogen. Pelaksanaan percobaan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Pengacakan, yaitu penempatan perlakuan pada unit percobaan secara harus dilakukan secara acak.
1.      Menentukan jumlah perlakukan dan jumlah kelompok
2.      Menentukan lokasi percobaan
3.      Membuat rancangan denah percobaan berdasarkan jumlah perlakuan dan jumlah kelompok
4.      melakukan pengacakan perlakuan pada setiap kelompok dan buat denah percobaan.
5.      Berdasarkan denah percobaan, laksanakan percobaan di lapang atau di laboratorium atau di rumah kaca.
6.      Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a)      Lakukan pengamatan sesuai dengan rencana
b)      Buat tabel analisis data
c)      Lakukan analisis data
d)     Buat tabel sidik ragam berdasarkan hasil analisis data
e)      Berdasarkan tabel sidik ragam, lakukan uji hipotesis dengan membandingkan F. Hitung dengan F. Tabel. Kaidah keputusan yang harus diambil adalah sebagai berikut:
1)      Jika F. Hitung > F. Tabel pada taraf 1% (α = 0,01), perbedaan diantara nilai tengah baris atau kolom atau perlakuan (atau pengaruh baris atau kolom atau perlakuan) dikatakan berbeda sangat nyata (pada hasil F. Hitung ditandai dengan dua tanda **).
2)      Jika F. Hitung > F. Tabel pada taraf 5% (α = 0,05) tetapi lebih kecil daripada F. Tabel pada taraf 1%, perbedaan diantara nilai tengah baris atau kolom atau perlakuan dikatakan berbeda nyata (pada hasil F. Hitung ditandai dengan satu tanda *).
3)      Jika F. Hitung ≤ F. Tabel pada taraf 5% (α = 0,05), perbedaan diantara nilai tengah baris atau kolom atau perlakuan dikatakan tidak nyata (pada hasil F. Hitung ditandai dengan tn)
f)       Bila H1 diterima, lakukan uji lanjutan
g)      Buat kesimpulan
C.    ALAT DAN BAHAN
Alat
1.      Laptop
2.      Stop kontak
3.      Alat tulis
4.      Buku panduan praktikum
Bahan                   
1.      Responden
2.      Data Varietas Padi
3.      Software SPSS versi 22

D.    CARA KERJA
1.      Menyiapkan data yang akan diuji
Sebuah percobaan dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakun pemberian pupuk dengan konsentrasi berbeda pada produksi benih padi IR.8 yang optimal per hektar. Hasil percobaan (ton/ha gabah kering panen) adalah sebagai berikut :
Blok
Pupuk
P1
P2
P3
P4
P5
P6
I
II
III
3.28
3.38
3.33
3.54
3.48
3.73
4.78
4.90
4.89
5.23
5.14
5.87
6.35
6.50
6.45
6.78
6.89
6.95

2.        Menyusun tabel persiapan dalam MS Word untuk memudahkan entri data pada worksheet Data View SPSS. Terlebih dahulu memberi kode 1 untuk pupuk 1 (P1), 2 untuk pupuk 2 (P2), 3 untuk pupuk 3 (P3), 4 untuk pupuk 4 (P4), 5 untuk pupuk 5 (P5), dan 6 untuk pupuk 6 (P6). Tabel tediri dari tiga kolom, kolom pertama adalah untuk pupuk, kolom kedua untuk blok daan kolom ketiga untuk hasil panen. Berikut adalah susunan tabel persiapan uji statistik.

Tabel 1. Tabel input data
Pupuk
Blok
Hasil Panen
1
1
3.28
1
2
3.38
1
3
3.33
2
1
3.54
2
2
3.48
2
3
3.73
3
1
4.78
3
2
4.9
3
3
4.89
4
1
5.23
4
2
5.14
4
3
5.87
5
1
6.35
5
2
6.5
5
3
6.45
6
1
6.78
6
2
6.89
6
3
6.95






3.      Membuka program SPSS Versi 23
4.      Memasukan data hasil penelitian yang telah disusun ke SPSS versi 23 dalam worksheet Data View, sehingga akan nampak sajian data dalam worksheet Data View sebagai berikut:
5.      Kemudian masuk ke variabel view , selanjutnya Pada kolom name menggubah “VAR00001” menjadi “pupuk” dan pada kolom name menggubah “VAR0002” menjadi “blok” kemudian pada kolom name menggubah “VAR0003” menjadi “hasil_padi”.
6.      Kolom numerik memberiarkan tidak usah diganti apapun, selanjutnya pada kolom decimal, pada bagian varietas decimal di nolkan sedangkan pada kolom hasil padi tidak di nolkan hal ini bertujuan agar nilai berat hasil padi tidak berubah dan akan tetap sama.
7.      Pada kolom label pada data pupuk mengisi dengan huruf capital “PUPUK” sedangkan kolom label pada data blok mengisi dengan huruf capital  “BLOK” dan kolom label pada data hasil padi mengisi dengan huruf capital  “HASIL PADI”.
8.      Kemudian pada kolom pertama pada bagian values mengklik tanda titik tiga pada pojok kanan value
9.      Memberikan label pada kolom Value baris pertama dengan cara mengklik baris pertama pada kolom Values dan akan muncul kotak dialog Value Labels. Memberi label pada kotak dialog tersebut seperti langkah-langkah berikut:
-          Ketik 1 pada kolom value, ketik P1 pada kolom label, kemudian klik Add
-          Ketik 2 pada kolom value, ketik P2 pada kolom label, kemudian klik Add
-          Ketik 3 pada kolom value, ketik P3 pada kolom label, kemudian klik Add
-          Ketik 4 pada kolom value, ketik P4 pada kolom label, kemudian klik Add
-          Ketik 5 pada kolom value, ketik P5 pada kolom label, kemudian klik Add
-          Ketik 6 pada kolom value, ketik P6 pada kolom label, kemudian klik Add
Sehingga dalam kotak dialog Value Labels tampak seperti berikut
Mengklik OK untuk menutup kotak dialog Value Labels
10.  Memberikan label pada kolom Value baris kedua dengan cara mengklik baris kedua pada kolom Values dan akan muncul kotak dialog Value Labels. Memberi label pada kotak dialog tersebut seperti langkah-langkah berikut:
-       Ketik 1 pada kolom value, ketik Blok 1 pada kolom label, kemudian klik Add
-       Ketik 2 pada kolom value, ketik Blok 2 pada kolom label, kemudian klik Add
-       Ketik 3 pada kolom value, ketik Blok 3 pada kolom label, kemudian klik Add
Sehingga dalam kotak dialog Value Labels tampak seperti berikut
Mengklik OK untuk menutup kotak dialog Value Labels
11.  Mengarahkan kursor pada menubar dan klik menu Analyze, memilih sub menu General Linear Model dan pilih Unvariate dengan cara mengkliknya
Sehingga akan muncul kotak dialog unvariate sebagai berikut:
12.  Memindahkan variabel Hasil Panen ke kolom dependent  variable dan memindahkan variabel Blok dan Pupuk pada kolo Fixed factor (s). langkah ini berfungsi untuk mendefinisikan mana variabel terikatnya (Hasil Panen) karena Hasil Panen dipengaruhi oleh Pupuk dan Blok, sedangkan factor tetapnya adalah Pupuk dan Blok.
13.  Mengklik Model pada kotak dialog unvariate sehingga akam muncul kotak dialog Unvariate Model. Pada kolom Specify Model, pilih custom kemudian sorot Variabel Pupuk dan Blok, kemudian memindahkanya ke kolom Model. Pada Build Term(s) pilih Menu Main effects.

Klik Countinue untuk menutup kotak dialog Univariate Model
14.  Memilih menu Post Hoc test pada kotak dialog Univariate sehingga akan muncul kotak dialog Univariate : Post Hoc Multiple Comparasions for Observed Means. Menyorot variabel Pupuk. memindahkannya ke kolom Post Hoc Test For. Pada bagian Equal Variances Assumed beri tanda centang pilih LDS dan Duncan.
Klik Countinue untuk menutup kotak dialog Univariate : Post Hoc Multiple Comparasions for Observed Means.
15.  Mengklik Ok untuk mengakhiri uji Analisis data.
16.  Munculah data Output sebagai berikut
17.  Menginterpretasikan hasil uji Analisis data.
E.     HASIL UJI ANALISIS DATA STATISTIK
1.      Tabel 1. Between Subjects Factors
Berdasarkan tabel 1 Between subjects factors terdapat 3 jenis blok yang di tanami varians padi yang berbeda-beda dengan pemberian 6 jenis pupuk yang berbeda pula. Pada uji RAK (Rancangan Acak Kelompok) dan pada masing-masing kolom menunjukan value label yaitu jenis perlakuan yang digunakan, dan N atau jumlah pemberian perlakuan. pada tabel menunjukkan bahwa pada blok 1 data yang diuji sebanyak 6 data, blok 2 sebanyak 6 data dan blok 3 sebanyak 6 data. Sedangkan pada perlakuan pupuk 1 (P1) jumlah data yang dianalisis sebanyak 3 data, jumlah data pada tabel tersebut sama dengan yang terdapat pada perlakuan masing-masing perlakuan yang lain
Tabel 1 Between-Subjects Factors

Value Label
N
PUPUK
1
P1
3
2
P2
3
3
P3
3
4
P4
3
5
P5
3
6
P6
3
BLOK
1
BLOK 1
6
2
BLOK 2
6
3
BLOK 3
6

2.      Tabel 2 Tests of Between-Subjects Effects
Berdasarkan tabel 2 Between subjects factors terdapat 3 jenis blok yang di tanami varians padi yang berbeda beda dengan pemberian 6 jenis pupuk yang berbeda pula. Tabel ini untuk memfocus nilai F dan nilai signifikansi pada  pupuk dan blok. Kemudian nilai signifikansi pupuk dan blok dibandingkan dengan nilai perbandingan probabilitas.
Jika nilai sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima
Jika nilai sig > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak
·         Pupuk
Ho : konsentrasi pupuk tidak berpengaru pada hasil produksi padi
Ha : konsentrasi pupuk berpengaruh pada hasil produksi padi
·         Blok
Ho : konsentrasi pupuk tidak berpengaru pada hasil produksi padi
Ha : konsentrasi pupuk berpengaruh pada hasil produksi padi
Berdasarkan analisis varian dengan menggunakan uji ANOVA menunjukkan bahwa pupuk memiliki nilai signifikansi yang dihasilkan adalah 0,000. Sehingga dapat dikatakan bahwa pupuk berpengaruh nyata terhadap produksi bibit padi IR 8.
Tabel 2 Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:   HASIL PADI 
Source
Type III Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Corrected Model
31.675a
7
4.525
181.705
.000
Intercept
464.820
1
464.820
18664.973
.000
Pupuk
31.533
5
6.307
253.244
.000
Blok
.142
2
.071
2.857
.104
Error
.249
10
.025


Total
496.745
18



Corrected Total
31.924
17



a. R Squared = .992 (Adjusted R Squared = .987)

3.      Tabel 3. Multiple Comparisons
Berdasarkan tabel Multiple comparisons berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya beda nyata Untuk menentukan keputusan ada tidaknya bedanyata dengan cara membandingkan nilai signifikansi dengan nilai probabilitas dibawah ini.
·         Jika nilai sig <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima
·         Jika nilai sig > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak
*. The mean difference is significant at the 0.05 level.
Berdasarkan hasil analisis data pada tabel multiple comparisons menjukkan bahwa:
a.       P1 dengan P2 tidak berbeda nyata karena nilai sig 0,078>0,005
b.      P1 dengan P3 sampai P6 berbeda nyata karena nilai sig 0,000<0,005
c.       P2 dengan P3  sampai P6 berbeda nyata karena nilai sig 0,000<0,005
d.      P3 dengan P4 berbeda nyata karena nilai sig 0,002<0,005;
e.       P3 dengan P5 dan P6 berbeda nyata karena nilai sig 0,000<0,005
f.       P4 dengan P5 dan P6 berbeda nyata karena nilai sig 0,000<0,005
g.      P5 dengan P6 tidak berbeda nyata karena nilai sig 0,007>0,005
Tabel 3. Multiple Comparisons
Dependent Variable:   HASIL PADI 

(I) PUPUK
(J) PUPUK
Mean Difference (I-J)
Std. Error
Sig.
95% Confidence Interval

Lower Bound
Upper Bound
LSD
P1
P2
-.2533
.12885
.078
-.5404
.0338
P3
-1.5267*
.12885
.000
-1.8138
-1.2396
P4
-2.0833*
.12885
.000
-2.3704
-1.7962
P5
-3.1033*
.12885
.000
-3.3904
-2.8162
P6
-3.5433*
.12885
.000
-3.8304
-3.2562
P2
P1
.2533
.12885
.078
-.0338
.5404
P3
-1.2733*
.12885
.000
-1.5604
-.9862
P4
-1.8300*
.12885
.000
-2.1171
-1.5429
P5
-2.8500*
.12885
.000
-3.1371
-2.5629
P6
-3.2900*
.12885
.000
-3.5771
-3.0029
P3
P1
1.5267*
.12885
.000
1.2396
1.8138
P2
1.2733*
.12885
.000
.9862
1.5604
P4
-.5567*
.12885
.002
-.8438
-.2696
P5
-1.5767*
.12885
.000
-1.8638
-1.2896
P6
-2.0167*
.12885
.000
-2.3038
-1.7296
P4
P1
2.0833*
.12885
.000
1.7962
2.3704
P2
1.8300*
.12885
.000
1.5429
2.1171
P3
.5567*
.12885
.002
.2696
.8438
P5
-1.0200*
.12885
.000
-1.3071
-.7329
P6
-1.4600*
.12885
.000
-1.7471
-1.1729
P5
P1
3.1033*
.12885
.000
2.8162
3.3904
P2
2.8500*
.12885
.000
2.5629
3.1371
P3
1.5767*
.12885
.000
1.2896
1.8638
P4
1.0200*
.12885
.000
.7329
1.3071
P6
-.4400*
.12885
.007
-.7271
-.1529
P6
P1
3.5433*
.12885
.000
3.2562
3.8304
P2
3.2900*
.12885
.000
3.0029
3.5771
P3
2.0167*
.12885
.000
1.7296
2.3038
P4
1.4600*
.12885
.000
1.1729
1.7471
P5
.4400*
.12885
.007
.1529
.7271
Based on observed means.
 The error term is Mean Square(Error) = .025.
4.      Tabel 4. Hasil Padi
Berdasarkan tabel 4 hasil uji berfungsi untuk menggunakan uji duncan dengan melihat nilai subset untuk mengtahui mana yg paling berbeda dari hasil produksi dengan beberapa perlakua pemupukan diperoleh data (Homogenous Subsets) produksi benih padi pada uji duncan adalah sebagai berikut:
1.      Perlakuan pupuk P1 meningkatkan produksi benih padi sebesar 3,3300 ton/Ha
2.      Perlakuan pupuk P2 meningkatkan produksi benih padi sebesar 3,5833 ton/Ha
3.      Perlakuan pupuk P3 meningkatkan produksi benih padi sebesar 4,8567 ton/Ha
4.      Perlakuan pupuk P4 meningkatkan produksi benih padi sebesar 5,4133 ton/Ha
5.      Perlakuan pupuk P5 meningkatkan produksi benih padi sebesar 6,4333 ton/Ha
6.      Perlakuan pupuk P6 meningkatkan produksi benih padi sebesar 6,8733 ton/Ha
Dari data tersebut dapat dilihat bahwa produksi benih padi tertinggi yakni pada perlakuan pupuk P6 dengan hasil sebesar 6,8733 ton/Ha dan produksi benih terendah yakni pada perlakuan pupuk P1 dengan hasil sebesar 3,3300 ton/Ha, sehingga dapat diurutkan produksi benih padi dari tinggi kerendah berdasarkan perlakuan pupuk yakni P6,P5,P4,P3,P2,P1
Tabel 4 HASIL PADI

PUPUK
N
Subset

1
2
3
4
5
Duncana,b
P1
3
3.3300




P2
3
3.5833




P3
3

4.8567



P4
3


5.4133


P5
3



6.4333

P6
3




6.8733
Sig.

.078
1.000
1.000
1.000
1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
 Based on observed means.
 The error term is Mean Square(Error) = .025.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.
b. Alpha = 0.05.

F.     PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini dilakuka uji rancangan acak kelompok dengan program SPSS versi 23 percobaan ini dilakukan untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Rancangan Acak Kelompok, mengetahui langkah-langkah pengujian Rancangan Acak kelompok dengan aplikasi SPSS versi 23, mengetahui pengaruh yang diterima oleh setiap blok produksi benih padi dari perlakuan pemberian macam-macam pupuk, mengetahui pengaruh yang ditimbulkan oleh macam-macam pupuk yang digunakan pada setiap blok produksi benih padi. Rancangan Acak Kelompok atau randomized block design merupakan suatu model rancangan dalam rancangan percobaan. Rancangan acak kelompok ini digunakan pada unit percobaan yang tidak homogen, dimana ketidak homogen ini diduga mengarah pada satu arah. Rancangan ini disebut rancangan acak kelompok, karena pada rancangan ini  pengacakan perlakuan dilakukan pada setiap kelompok.
Pada cara kerja menggunakan SPSS dilakukan pemindahkan variabel Hasil Panen ke kolom dependent  variable dan memindahkan variabel Blok dan Pupuk pada kolo Fixed factor (s). langkah ini berfungsi untuk mendefinisikan mana variabel terikatnya (Hasil Panen) karena Hasil Panen dipengaruhi oleh Pupuk dan Blok, sedangkan factor tetapnya adalah Pupuk dan Blok. Kemudian dilakukan pemindahan satu persatu dan pemindahan secara bersama-sama terhadap cara kerja dalam program SPSS  pada kolom specify model terhadapmasing-masing variable yakni dengan tujuan untuk mengetahui interaksi varibel pakan dan kepadatan dalam mempengaruhi efisiensi pakan.
Pada praktikum kali ini dilakukan perhitungan hasil penelitian mengenai pengaruh pemberian pupuk terhadap produksi benih padi IR.8 dilakukan dengan mengunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Interpretasi data yang telah dilakukan berdasarkan pada hipotesis langkah ini berfungsi untuk mendefinisikan mana variabel terikatnya (Hasil Panen) karena Hasil Panen dipengaruhi oleh Pupuk dan Blok, sedangkan factor tetapnya adalah Pupuk dan Blok. Dalam percobaan ini dilakukan penyusunan hipotesis sebagai berikut      
Ho: keenam perlakuan pemberian pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap produksi bibit padi IR8
Ha: keenam perlakuan pemberian pupuk berpengaruh nyata terhadap produksi bibit padi IR8
Apabila nilai probabilitas (sig.) > 0,05 maka Ho diterima sedangkan jika nilai probabilitas (sig.) < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pada tabel Test of Between Subjects Effects menunjukkan bahwa nilai signifikansi pupuk adalah 0,000. Pengujian ini menunjukkan bahwa keenam perlakuan pemberian pupuk berpengaruh nyata terhadap produksi bibit padi IR8
Pengujian yang dilakukan selanjutnya adalah uji LSD dan uji Duncan. Uji LSD bertujuan untuk menentukan apakah rata-rata dua perlakuan berbeda nyata atau tidak. Sedangkan pada uji Duncan bertujuan untuk mengetahui nilai tengah mana saja yang sama dan nilai tengah mana saja yang tidak sama pada uji homogen. Berdasarkan tabel 3. hasil uji beberapa perbandingan (Multiple Comparisons) menunjukan hasilpengujian sebagai berikut :
1.      P1 dengan P2 tidak berbeda nyata karena nilai sig 0,078>0,005
2.      P1 dengan P3 sampai P6 berbeda nyata karena nilai sig 0,000<0,005
3.      P2 dengan P3  sampai P6 berbeda nyata karena nilai sig 0,000<0,005
4.      P3 dengan P4 berbeda nyata karena nilai sig 0,002<0,005;
5.      P3 dengan P5 dan P6 berbeda nyata karena nilai sig 0,000<0,005
6.      P4 dengan P5 dan P6 berbeda nyata karena nilai sig 0,000<0,005
7.      P5 dengan P6 tidak berbeda nyata karena nilai sig 0,007>0,005
Kemudian berdasarkan tabel hasil uji himpunan bagian homogen (Homogeneous Subsets) produksi benih padi menunjukkan bahwa perlakuan pupuk yang paling efektif memberikan pengaruh terhadap produksi benih padi IR.8 adalah perlakuan pupuk 6 (P6). Hal ini disebabkan P6 karena mampu meningkatkan produksi benih padi hingga 6,8733 ton/ha. Sedangkan perlakuan pupuk yang paing tidak efektif dalam pemberian pengaruh terhadap produksi benih padi IR.8 yaitu pada perlakuan 1 (P1) yaitu 3,3300 ton/Ha. sehingga dapat diurutkan produksi benih padi dari rendah ketinggi berdasarkan perlakuan pupuk yakni :
1.      Perlakuan pupuk P1 meningkatkan produksi benih padi sebesar 3,3300 ton/Ha
2.      Perlakuan pupuk P2 meningkatkan produksi benih padi sebesar 3,5833 ton/Ha
3.      Perlakuan pupuk P3 meningkatkan produksi benih padi sebesar 4,8567 ton/Ha
4.      Perlakuan pupuk P4 meningkatkan produksi benih padi sebesar 5,4133 ton/Ha
5.      Perlakuan pupuk P5 meningkatkan produksi benih padi sebesar 6,4333 ton/Ha
6.      Perlakuan pupuk P6 meningkatkan produksi benih padi sebesar 6,8733 ton/Ha


G.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil uji RAK dengan menggunakan program aplikasi SPSS dapat disimpulkan bahwa:
1.      Rancangan Acak Kelompok (RAK) adalah suatu rancangan yang melakukan pengelompokan unit - unit percobaan ke dalam kelompok-kelompok dan semua perlakuan dicobakan pada setiap kelompok yang ada.
2.      Blok tidak berbeda nyata terhadap produksi benih padi IR.8, sedangkan konsentrasi pupuk berpengaruh terhadap produksi benih padi IR.8.
3.      hasil uji beberapa perbandingan (Multiple Comparisons) menunjukan hasilpengujian sebagai berikut :
a.       P1 dengan P2 tidak berbeda nyata karena nilai sig 0,078>0,005
b.      P1 dengan P3 sampai P6 berbeda nyata karena nilai sig 0,000<0,005
c.       P2 dengan P3  sampai P6 berbeda nyata karena nilai sig 0,000<0,005
d.      P3 dengan P4 berbeda nyata karena nilai sig 0,002<0,005;
e.       P3 dengan P5 dan P6 berbeda nyata karena nilai sig 0,000<0,005
f.       P4 dengan P5 dan P6 berbeda nyata karena nilai sig 0,000<0,005
g.      P5 dengan P6 tidak berbeda nyata karena nilai sig 0,007>0,005
4.      Perlakuan pupuk yang paling efektif memberikan pengaruh terhadap produksi benih padi IR.8 adalah perlakuan dengan pupuk 6 (P6). Hal ini disebabkan P6 karena mampu meningkatkan produksi benih padi hingga 6,8733 ton/ha.     
5.      Sedangkan perlakuan pupuk yang paling kurang efektif terhadap produksi benih padi IR.8 adalah dengan perlakuan pupuk 1 (P1) yaitu 3,3300 ton/Ha
6.      Produksi benih padi dari tinggi kerendah berdasarkan perlakuan pupuk yakni P6,P5,P4,P3,P2,P1


DAFTAR PUSTAKA
Harlyan, L. Ika. 2012. Rancangan Acak Kelompok. Dept. Fisheries and Marine Management. Universitas Brawijaya Malang.
Yitnosumarto, Suntoyo. 1991. Percobaan Perancangan, Analisis, dan Interpretasinya. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.



















LAMPIRAN 1 OUTPUT SPSS
Tabel 1 Between-Subjects Factors

Value Label
N
PUPUK
1
P1
3
2
P2
3
3
P3
3
4
P4
3
5
P5
3
6
P6
3
BLOK
1
BLOK 1
6
2
BLOK 2
6
3
BLOK 3
6

Tabel 2 Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable:   HASIL PADI 
Source
Type III Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Corrected Model
31.675a
7
4.525
181.705
.000
Intercept
464.820
1
464.820
18664.973
.000
Pupuk
31.533
5
6.307
253.244
.000
Blok
.142
2
.071
2.857
.104
Error
.249
10
.025


Total
496.745
18



Corrected Total
31.924
17



a. R Squared = .992 (Adjusted R Squared = .987)
h.       
Tabel 3. Multiple Comparisons
Dependent Variable:   HASIL PADI 

(I) PUPUK
(J) PUPUK
Mean Difference (I-J)
Std. Error
Sig.
95% Confidence Interval

Lower Bound
Upper Bound
LSD
P1
P2
-.2533
.12885
.078
-.5404
.0338
P3
-1.5267*
.12885
.000
-1.8138
-1.2396
P4
-2.0833*
.12885
.000
-2.3704
-1.7962
P5
-3.1033*
.12885
.000
-3.3904
-2.8162
P6
-3.5433*
.12885
.000
-3.8304
-3.2562
P2
P1
.2533
.12885
.078
-.0338
.5404
P3
-1.2733*
.12885
.000
-1.5604
-.9862
P4
-1.8300*
.12885
.000
-2.1171
-1.5429
P5
-2.8500*
.12885
.000
-3.1371
-2.5629
P6
-3.2900*
.12885
.000
-3.5771
-3.0029
P3
P1
1.5267*
.12885
.000
1.2396
1.8138
P2
1.2733*
.12885
.000
.9862
1.5604
P4
-.5567*
.12885
.002
-.8438
-.2696
P5
-1.5767*
.12885
.000
-1.8638
-1.2896
P6
-2.0167*
.12885
.000
-2.3038
-1.7296
P4
P1
2.0833*
.12885
.000
1.7962
2.3704
P2
1.8300*
.12885
.000
1.5429
2.1171
P3
.5567*
.12885
.002
.2696
.8438
P5
-1.0200*
.12885
.000
-1.3071
-.7329
P6
-1.4600*
.12885
.000
-1.7471
-1.1729
P5
P1
3.1033*
.12885
.000
2.8162
3.3904
P2
2.8500*
.12885
.000
2.5629
3.1371
P3
1.5767*
.12885
.000
1.2896
1.8638
P4
1.0200*
.12885
.000
.7329
1.3071
P6
-.4400*
.12885
.007
-.7271
-.1529
P6
P1
3.5433*
.12885
.000
3.2562
3.8304
P2
3.2900*
.12885
.000
3.0029
3.5771
P3
2.0167*
.12885
.000
1.7296
2.3038
P4
1.4600*
.12885
.000
1.1729
1.7471
P5
.4400*
.12885
.007
.1529
.7271
Based on observed means.
 The error term is Mean Square(Error) = .025.

Tabel 4 HASIL PADI

PUPUK
N
Subset

1
2
3
4
5
Duncana,b
P1
3
3.3300




P2
3
3.5833




P3
3

4.8567



P4
3


5.4133


P5
3



6.4333

P6
3




6.8733
Sig.

.078
1.000
1.000
1.000
1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
 Based on observed means.
 The error term is Mean Square(Error) = .025.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.
b. Alpha = 0.05.















LAMPIRAN 2 DATA VARIETAS PADI
Blok
Pupuk
P1
P2
P3
P4
P5
P6
I
II
III
3.28
3.38
3.33
3.54
3.48
3.73
4.78
4.90
4.89
5.23
5.14
5.87
6.35
6.50
6.45
6.78
6.89
6.95


No comments:

Post a Comment

RPP BAKTERI SMA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)                         Nama Sekolah        :           SMA Mata Pelajaran         :       ...

Translate

Powered By Blogger