LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA
PERSILANGAN MONOHIBRID PADA
DROSOPHILA MELANOGASTER

Oleh:
Dimas Wahyu Indrata
1501070011
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2016
PERSILANGAN MONOHIBRID PADA
DROSOPHILA MELANOGASTER
A. Tujuan Praktikum
1.
Mengetahui persilangan monohibrid pada Drosophila.
2.
Mengetahui ratio perbandingan F2 perkawinan dengan satu tanda
beda tidak menyimpang dari Hukum Mendel.
3.
Menganalisis persilangan monohibrid Drosophila
menggunakan analisis Chi Kuadrat.
B. Dasar Teori
Salah satu aspek yang
penting pada organisme hidup adalahkemampuannya untuk melakukan reproduksi dan
dengan demikian dapat melestarikan jenisnya.
Pada organisme yang berbiak secara seksual,individu baru adalah hasil kombinasi
informasi genetis yangdisumbangkan oleh 2 gamet yang berbeda yang berasal dari
kedua parentalnya.
Kebanyakan sifat
organisme diwariskan kepada keturunannya, tetapi tidak semua sifat pasti
diwariskan. Misalnya seperti pada percobaan Mendel, tanaman ercis yang tinggi
tidak selamanya menghasilkan keturunan yang tinggi. Tetapi apabila tanaman yang
pendek dikawinkan dengan tanaman yang pendek maka seluruh tanamnannya
menghasilkan keturunan yang pendek. Pada manusia kadang-kadang ada anak yang
mewarisis sifat dari kakek dan neneknya, sedangkan orang tua sendiri tidak
memperlihatkan sifat-sifat tersebut. Pewarisan sifat yang seperti ini dikatakan
“meloncat dari satu generasi”. Terjadi hal seperti demikian karena cara
pewarisan sifat-sifat tersebut berbeda-beda. Ada sifat yang diwariskan secara
dominan, yaitu apabila kehadiran gen yang mengawasi sifat itu menutup ekspresi
gen yang mengawasi sifat lawannya yang resesif, sehingga sifat resesif sama
sekali tidak tampak. Sifat tesesif baru tampak apabila kedua gen esesif
berkumpul pada satu individu. Dalam sel somatic suatu organisme, gen-gen yang
mengawasi sifat selalu terdapat dalam keadaan berpasangan. Hal ini dikarenakan
kromosom yang membawa gen-gen tersebut dalam keadaan diploid (2n). gamet yang
jumlah kromosomnya haploid (n), membawa gen-gen dalam bentuk tunggal.
Dalam
membicarakan suatu sifat tertentu, kita hanya menggambarkan pasangan kromosom
dengan gen yang bersangkutan saja. Tetapi bukan berarti bahwa kromosom-kromosom
dan gen-gen yang lain tidak ada di dalam sel itu. Gen yang mengawasi
berkembangnya sifat tertentu biasanya dinyatakan dengan simbol. Simbol yang
lazim dipakai adalah huruf. Huruf besar menyatakan sifat yang dominan dan huruf
kecil biasanya menyatakan sifat yang resesif. Misalnya gen K adalah simbol
untuk mengawasi sifat rambut keriting yang dominan, sedangkan gen k mengawasi
sifat rambut lurus yang bersifat resesif. Simbol lain yang biasa digunakan
dalam persilangan Drosophila adalah “+” yang menyatakan sifat “wild type”, yaitu sifat yang umum
muncul, bukan suatu mutan yang biasa ditulis sebagai huruf kecil. Sifat rambut
keriting dan lurus merupakan pasangan sifat yang berlawanan, yaitu K dan k. gen
K dan k dikatakan merupakan alel satu sama lain, yaitu sebutan untuk gen-gen.
1.
Letaknya pada kromosom homolog.
2.
Letaknya pada lokus yang sama.
3.
Mempengaruhi atau mengawasi proses perkembangan yang sama tetapi dengan
cara yang berlainan.
Sifat yang dapat
dilihat dari luar disebut fenotipe, sedangkan susunan gen di dalam sel disebut
genotype.
Mendel menyatakan bahwa
setiap sifat organisme ditentukan oleh faktor, yang kemudian disebut gen.
Faktor tersebut kemudian diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dalam setiap tanaman terdapat dua faktor (sepasang) untuk masing-masing sifat,
yang kemudian dikenal dengan istilah 2 alel; satu faktor berasal dari tetua
jantan dan satu lagi berasal dari tetua betina. Dalam penggabungan tersebut
setiap faktor tetap utuh dan selalu mempertahankan identitasnya. Pada saat
pembentukkan gamet, setiap faktor dapat dipisah kembali secara bebas. Peristiwa
ini kemudian dikenal sebagai Hukum Mendel I, yaitu hukum segregasi.
Perbandingan pada F2 untuk ciri dominan : resesif = 3 : 1, terjadi karena
adanya proses penggabungan secara acak gamet-gamet betina dan jantan dari
tanaman F1.
Dari penjelasan
di atas tampak jelas berlakunya Hukum Mendel I, atau Hukum segregasi yang
berbunyi, “Pada pembentukan gamet, gen yang merupakan pasangan akan segera
disegregasikan ke dalam 2 sel anak”.
Dalam eksperimen
genetika, sering digunakan lalat buah (Drosophila
melanogaster) sebagai hewan percobaan dibandingankan hewan lain. Drosophila adalah hewan yang paling ideal.
Disamping mempunyai banyak keuntungan dengan menggunakan Drosophila, juga
mempunyai banyak mutan yang sudak diketahui strainya. Strain mutan ini terjadi
akibat adanya perubahan pada gen (mutasi) yang mengakibatkan cirri-ciri khusus
pada keturunannya.
Pada gametosis
pasangan-pasangan kromosom akan saling bersegregasi (memisahkan diri) pada
masing-masing gamet. Jika terjadi fertilisasi, masing-masing gamet akan berfusi
membentuk individu diploid. Individu sepia bertanggung jawab terhadap mata yang
tidak berkembang, sedangkan normal memiliki alel yang normal. Letak kedua alel
tersebut pada lokus yang berhubungan. Akibatnya jika induk normal mewariskan
gamet yang normal pada anak, sedangkan individu sepia mewariskan satu gamet
sepianya, maka keturunan tersebut tampak normal. Jika antara F1 ini diwariskan,
maka akan diperoleh ratio F2 normal : sepia = 3 : 1 untuk lebih jelasnya
perhatikan bagan berikut.
Pariental : Normal x sepia
Gamet : + se
F1 :
x 
F2 :
3
= Normal
Perbandingan
fenotipe generasi F2
= 3 Normal : 1 Sepia
C. Alat dan Bahan
1.
Alat:
·
Botol berpipet berisi eter
·
Botol eterisasi.
·
Botol kultur dengan sumbat spons
·
Kertas saring
·
Cawan petri
·
Styrofoam
·
Kuas kecil
·
Botol pembunuh berisi detergen
2.
Bahan:
·
Stok Drosophila melanogaster
·
Medium
·
Eter
·
Detergen
D. Cara Kerja
1.
Menyediakan dua Drosophila
melanogaster.
2.
Mengosongkan dua botol kultur tersebut sehingga yang terdapat di dalam
botol hanya berupa larva dan pupa.
3.
Melakukan persilangan dari kedua botol kultur tersebut.
4.
Mengeluarkan kedua parental dari botol tersebut setelah 7-8 hari.
5.
Mengambil sejumlah keturunan F1 dari botol kemudian
dipindahkan ke botol kultur yang baru.
6.
Mengeluarkan induk dari kultur setelah 7-8 hari.
7.
Menghitung masing-masing genotype F2 selama 2 minggu atau
setelah diperoleh 200 ekor.
8.
Memasukkan hasil pengamatan dalam tabel.
9.
Setelah mengetahui jumlah mutan yang diamati, membuat hipotesis atau
jawaban sementara mengenai jenis pariental dari F2 tersebut.
10.
Kemudian menghitung kemungkinan dengan analisis Chi Kuadrat.
11.
Selanjutnya membuat bagan persilangan monohibrid dari Drosophila melanogaster.
12.
Menyimpulkan apakah kemungkinan sesuai dengan Hukum Mendel atau tidak
sesuai dengan Hukum Mendel.
E. Hasil Pengamatan
No. botol: m5
Pariental : Normal x
Curled
Perbandingan menggunakan analisis Chi Kuadrat.
Ho: Data yang diperoleh mempunyai rasio Normal : Curled = 3 : 1.
Ha: Data yang diperoleh tidak mempunyai rasio Normal : Curled = 3 : 1.
|
|
Normal
|
Curled
|
Jumlah
|
|
Jumlah individu yang diamati (ft)
|
173
|
69
|
242
|
|
Jumlah individu yang diharapkan (Ft)
|
|
|
242
|
Derajat kebebasan (dk) = k – 1
= 2 – 1
= 1
Dari perhitungan diperoleh
hasil sebagai berikut.
X2 =

=
+ 
=
+ 
=
+ 
= 
= 
= 
= 1,592
Bagan persilangan:
Pariental : Normal x Curled
Gamet : + Cu
F1 :
x 
F2 : 3
= Normal
Perbandingan
genotipe generasi F2
= 1 : 2 : 1
Perbandingan
fenotipe generasi F2
= 3 Normal : 1 Curled
Kesimpulan:
Jika dibandingkan dengan tabel chi
kuadrat, maka hasil tersebut lebih kecil dibandingkan dengan tabel, sehingga
menerima hipotesis nol pada taraf kepercayaan 95% artinya perilangan tersebut
sesuai dengan hukum Mendel.
F. Pembahasan
Pada
kali ini dilakukan pengamatan mengenai persilangan monohibrid lalat buah yaitu Drosophila melanogaster. Pada pengamatan
ini praktikan diberi F2 dari Drosophila melanogaster dimana
mutan-mutan dipelihara di dalam botol kultur dan dikeluarkan dari botol-botol
itu setelah 7 sampai 8 hari. Setelah dikeluarkan, kemudian dilakukan
perhitungan jumlah mutan tersebut dan selanjutnya ditentukan parental dari
mutan-mutan yang telah diketahui.
Berdasarkan
pengamatan yang telah dilakukan, jenis-jenis mutan pada botol kurtur nomor m5
terdiri dari 2 jenis lalat, yaitu berjenis normal (+) dan curled (Cu). Lalat
yang berjenis normal berjumlah 173 ekor sedangkan lalat yang berjenis curled
berjumlah 69 ekor, dengan total keseluruhan mutan yang dikeluarkan selama
kurang lebih 8 hari berjumlah 242 ekor. Dengan hasil tersebut, dapat diketahui
bahwa lalat normal bersifat dominan terhadap lalat jenis curled. Pada bagan
yang telah dibuat, rasio perbandingan genotipenya yaitu 1 : 2 : 1. Sedangkan
perbandingan fenotipenya yaitu Normal : Curled = 3 : 1.
Dari hasil
tersebut kemudian dilakukan perhitungan dengan menggunakan teknik analisis Chi
Kuadrat. Hasil analisis dapat diketahui bahwa
kemungkinan yang diperoleh adalah 1,592
dengan derajat kebebasannya adalah 1. Hal ini menunjukkan bahwa hasil
tersebut lebih kecil dibandingkan dengan tabel Chi Kuadrat dan hipotesis sesuai
dengan Hukum Mendel atau tidak menyimpang dari Hukum Mendel. Berikut ini adalah
indikator yang menunnjukkan hipotesis sesuai dengan Hukum Mendel.
|
|
P
|
||||||||
|
DF
|
0,995
|
0,975
|
0,20
|
0.10
|
0.50
|
0.025
|
0.02
|
0.01
|
0.005
|
|
1
|
0,0000393
|
0,000982
|
1.642
|
2.706
|
3.841
|
5.024
|
5.412
|
6.635
|
7.879
|
|
2
|
0,0100
|
0,0506
|
3.219
|
4.605
|
5.991
|
7.378
|
7.824
|
9.210
|
10.597
|
|
3
|
0,0717
|
0,216
|
4.642
|
6.251
|
7.815
|
9.348
|
9.837
|
11.345
|
12.838
|
|
4
|
0,207
|
0,484
|
5.989
|
7.779
|
9.488
|
11.143
|
11.668
|
13.277
|
14.860
|
|
5
|
0,412
|
0,831
|
7.289
|
9.236
|
11.070
|
12.833
|
13.388
|
15.086
|
16.750
|
Keterangan: Angka 1,592
berada di antara kedua angka yang berada dikolom hijau.
G. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang
telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut.
1.
Hukum Mendel I, atau Hukum segregasi yang berbunyi, “Pada pembentukan
gamet, gen yang merupakan pasangan akan segera disegregasikan ke dalam 2 sel
anak”.
2.
Pada Hukum Mendel, perbandingan
pada F2 untuk ciri dominan : resesif = 3 : 1, terjadi karena adanya proses
penggabungan secara acak gamet-gamet betina dan jantan dari tanaman F1.
3.
Drosophila adalah hewan yang paling
ideal. Disamping mempunyai banyak keuntungan dengan menggunakan Drosophila,
juga mempunyai banyak mutan yang sudak diketahui strainya.
4.
Dari pengamatan yang telah dilakukan dapat diketahui jumlah mutan yang
dapat dihitung dalam waktu kurang lebih 8 hari adalah berjumlah 242 ekor dengan
jumlah normal 173 dan jumlah curled 69 ekor.
5.
Kedua parental dari mutan-mutan di botol kultur m5 adalah berjenis
Normal (+) yang dominan terhadap curled (Cu).
6.
Dari bagan persilangan pengamatan Drosophila
melanogaster, perbandingan rasio perbandingan genotipenya yaitu 1 : 2 : 1.
Sedangkan perbandingan fenotipenya yaitu Normal : Curled = 3 : 1
7.
Pada percobaan persilangan monohibrid Drosophila melanogaster, dengan
analisis Chi Kuadrat diperoleh kemungkinan 1,592 dan menunjukkan bahwa
kemungkinan tersebut sesuai dengan Hukum Mendel.
H. Daftar Pustaka
Crowder, L.V. 1986. Genetika Tumbuhan, Edisi Indonesia.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Kiauw Nio, Tjan.
1991. Genetika Dasar. Bandung:
Institut Teknologi Bandung.
Sisunandar.
2016. Penuntun Praktikum Genetika.
Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

No comments:
Post a Comment